LombokPost - Di antara gemuruh dunia premanisme dan kerasnya jalan hidup yang dilalui Hercules, siapa sangka ada satu sosok lembut yang diam-diam menjadi penyejuk: Nia Dania.
Perempuan berhati teduh ini adalah pendamping hidup Hercules yang setia, sejak usia belia hingga kini, melewati segala riak kehidupan.
Hercules, pria yang dikenal luas sebagai eks preman paling ditakuti di Tanah Abang pada era 90-an, memiliki sisi lain yang jarang disorot.
Di balik nama besar Rosario de Marshall yang kerap digambarkan keras dan meledak-ledak, tersimpan kisah cinta yang sederhana, jujur, dan penuh pengorbanan.
Kisah itu bermula ketika Hercules bertemu Nia Dania, keponakan dari ibu angkatnya. Kala itu, Nia masih duduk di bangku SMP dan berusia 16 tahun.
Cinta datang tanpa aba-aba. Tak peduli jarak usia 24 tahun, Hercules mantap memilih Nia Dania menjadi teman hidupnya. Ia bahkan meminta Nia Dania untuk berhenti sekolah dan fokus membangun rumah tangga bersamanya.
“Akhirnya ternyata jodoh. Saya suruh berhenti sekolah, enggak usah ngelanjutin SMA. Dan akhirnya kita mempunyai anak empat,” kenang Hercules dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Gus Miftah.
Kini, meski badai demi badai menerpa mulai dari sorotan terhadap ormas Grib Jaya yang dipimpinnya, hingga tekanan publik soal isu premanisme Nia Dania tetap setia di sisinya. Tak hanya sebagai istri, tapi sebagai rekan, sahabat, dan tempat pulang.
Mereka kerap tampil bersama di berbagai kesempatan. Senyum Nia Dania, yang tampak tulus dan tanpa beban, menjadi semacam pernyataan: bahwa cinta bisa tumbuh di tempat paling tidak terduga.
Bahwa setia tak selalu perlu panggung megah, cukup satu hati yang mau bertahan, bahkan saat dunia menilai dengan tajam.
Cinta memang tak pernah minta izin. Ia datang, tumbuh, lalu menetap. Dan di tengah kerasnya dunia Hercules, Nia Dania adalah rumah paling hangat yang pernah ia punya.(***)
Editor : Alfian Yusni