LombokPost - Polemik Aldy Maldini sepertinya semakin panjang. Soalnya, semakin banyak artis yang mengaku turut menjadi korban penipuan Aldy Maldini.
Belakangan ini, dr Richard Lee pun angkat suara. Karena, ia merasa pernah menjadi korban.
Melalui akun Instagramnya, Richard Lee pun menceritakan kronologinya.
Saat itu, ia telah mentransfer sejumlah uang agar Aldy Maldini bisa tampil saat peresmian klinik kecantikan miliknya pada tahun 2019 lalu.
“Kejadian ini memang sudah cukup lama, tepatnya tahun 2019. Tapi saya merasa penting untuk saya angkat sekarang—supaya tidak ada korban-korban berikutnya,” tulis Richard di akun Instagramnya.
Richard mengaku bahwa uang yang telah dibayarr timnya kepada Aldy di tahun 2019 lalu tidak pernah dikembalikan sampai sekarang.
“Waktu itu tim saya membayar Rp10 juta agar @aldymldni hadir di grand opening @athena_lampung bersama Chika Jessika. Tapi setelah dibayar, beliau tidak datang. Refund? Hingga hari ini tidak pernah dikembalikan,” papar Richard.
Akibatnya, Richard mengaku bahwa ia harus menanggung malu karena ketidakhadiran Aldy di acara grand opening klinik kecantikannya di Lampung saat itu.
Terlebih lagi, timnya sudah mengumumkan ke publik bahwa Aldy akan meramaikan grand opening klinik kecantikannya tersebut.
“Sempat malu, karena sebelum acara kami sudah umumkan ke publik. Brand sudah promosikan nama beliau, tapi akhirnya kami yang menanggung akibatnya,” ujarnya.
“Dulu saya bukan siapa-siapa. Tidak dikenal, dan jujur saja, saya takut bicara karena khawatir ada konsekuensi. Jadi saya diam,” sambung Richard.
Namun ternyata, banyak yang memberikan respon setelah Richard mengunggah masalah yang ia alami tersebut ke media sosial miliknya.
Baca Juga: Layanan Fast Track dan Bus Dengan Spesifikasi Khusus Maksimalkan Pelayanan Calon Haji Indonesia 2025
Walau pun kejadian sudah lama, tapi tetap saja banyak yang menanggapi permasalahan tersebut.
“Tapi setelah saya unggah story kemarin, banyak yang DM dengan cerita serupa. Saya jadi berpikir, andai dulu saya buka suara, mungkin orang lain bisa lebih waspada,” paparnya.
Menurut Richard, ia tidak mempermasalahkan jumlah uang yang telah dibayarkan oleh timnya tersebut.
“Ini bukan soal nilai uang. Tapi soal tanggung jawab dan etika profesional,” ujarnya.
Dengan memposting masalah tersebut di media sosial, Richard mengharapkan agar tidak ada lagi orang lain yang menjadi korban di kasus yang sama.
“Saya tidak ada niat menjatuhkan siapa pun. Saya hanya menyampaikan pengalaman pribadi, agar jadi pelajaran buat semua. Semoga tidak ada lagi pihak yang mengalami hal seperti ini,” pungkasnya. ***
Editor : Siti Aeny Maryam