LombokPost - Tom Cruise kembali memerankan Ethan Hunt dalam Mission: Impossible - The Final Reckoning, bagian kedua dari Dead Reckoning yang rilis pada 2023 lalu.
Film penutup dari waralaba aksi legendaris ini akan tayang di bioskop mulai 23 Mei 2025, dengan durasi hampir tiga jam dan biaya produksi fantastis, mencapai USD 400 juta.
Film ini mendapat tepuk tangan meriah selama 7,5 menit saat pemutaran perdana di ajang Festival Film Cannes 2025.
Tak sekadar menyajikan aksi dar-der-dor seperti biasanya, film ini justru menunjukkan sisi manusiawi dan emosional dari Ethan Hunt.
Dalam beberapa adegan, Ethan digambarkan sebagai sosok yang rapuh. Ia terombang-ambing di lautan, meringkuk kesakitan akibat dekompresi, kondisi medis akibat perubahan tekanan ekstrem.
Di adegan lain, dia menghilang dalam kabut setelah terjun bebas, mempertegas bahwa sang agen bukan lagi pria tak terkalahkan seperti film-film sebelumnya.
Misi kali ini lebih gelap dan personal. Lawan Ethan bukan hanya Gabriel (Esai Morales) yang ambisius dan kejam, tapi juga kecerdasan buatan yang mampu mengendalikan sistem senjata nuklir dunia.
Hal ini membuat Ethan terlihat ragu, letih, bahkan marah. Dalam satu adegan di kapal selam, Ethan nyaris membunuh musuh dengan cara brutal, sesuatu yang jarang terlihat dari dirinya sebelumnya.
Akting Tom Cruise pun berbeda. Tidak lagi menampilkan senyum percaya diri, Cruise tampil lebih murung, berambut kusut, dan penuh perenungan.
Ia bukan lagi pahlawan sempurna, tetapi manusia yang lelah, penuh keraguan, namun tetap memilih untuk berjuang.
Dengan kemasan yang lebih gelap dan emosional, Mission: Impossible - The Final Reckoning disebut sebagai puncak dari semua seri sebelumnya.
Film ini bukan cuma soal aksi, tapi juga perjalanan emosional seorang Ethan Hunt yang kini lebih manusiawi dari sebelumnya.(***)
Editor : Alfian Yusni