LombokPost - Panggung Java Jazz Festival 2025 akhir pekan ini menjadi saksi momen spesial yang penuh haru dan cinta: tribute untuk Titiek Puspa, sang legenda musik Indonesia.
Digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, selama tiga hari (30 Mei–1 Juni), Java Jazz menyuguhkan momen manis bertajuk "Sing Along: Tribute Titiek Puspa".
Nama-nama besar seperti Krisdayanti, Danilla Riyadi, Bilal Indrajaya, hingga Adikara Fardy bergantian tampil membawakan lagu-lagu ikonik milik Titiek Puspa.
Sosok yang wafat pada 10 April lalu itu diperingati melalui suara dan harmoni dari para generasi penerus yang tumbuh bersama karya-karyanya.
“Tribute Titiek Puspa malam ini bukan sekadar penampilan musik, tapi bentuk cinta kami kepada mendiang Mami Titiek yang selalu menginspirasi,” ucap Krisdayanti dari atas panggung.
Krisdayanti, penyanyi senior yang juga dikenal sebagai anggota Tiga Diva, menyebut Java Jazz Festival bukan hanya ruang untuk mengenalkan jazz, tetapi juga sarana mengenang dan merayakan warisan musik Indonesia.
“Java Jazz 2025 bukan cuma ajang musik, tapi juga ruang bertumbuh dan mengenalkan jazz sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Tepuk tangan untuk Java Jazz!” katanya disambut riuh penonton.
Panggung tribute Titiek Puspa malam itu membius penonton lewat lagu-lagu legendaris seperti “Permisi”, “Jatuh Cinta”, “Kupu-Kupu Malam”, “Cinta”, “Bing”, “Bimbi”, “Marilah Kemari”, hingga “Gang Kelinci”.
Setiap bait membawa kembali kenangan dan nuansa klasik dari masa kejayaan musik Indonesia.
Meski tidak dikenal sebagai penyanyi jazz, Krisdayanti menyampaikan rasa syukurnya bisa berdiri di panggung Java Jazz Festival 2025, yang menurutnya selalu menghadirkan aura bahagia—persis seperti semangat dari lagu-lagu Titiek Puspa.
“Java Jazz selalu membawakan kebahagiaan seperti lagu-lagu Mami Titiek. Semoga malam ini, dari surga, beliau tersenyum bangga,” katanya.
Ia juga mengapresiasi Jakarta yang disebutnya layak bangga menjadi tuan rumah festival musik dunia, terlebih menjelang perayaan 500 tahun Ibu Kota.
“Jakarta menjelang 500 tahun, dan kita patut bangga bisa menghadirkan acara musik sekelas dunia yang menyatukan talenta terbaik,” ujar pelantun “Menghitung Hari” itu.
Java Jazz Festival 2025 tak hanya mengajak pengunjung menyanyikan ulang karya-karya abadi Titiek Puspa, namun juga menjadi panggung bagi generasi baru untuk memahami kekayaan sejarah musik Indonesia.
Panggung ini menjadi simbol bahwa lagu-lagu Titiek Puspa akan terus hidup dan dikenang, baik di hati para musisi maupun para penikmat musik lintas generasi. (***)
Editor : Alfian Yusni