Waktu Salat Lebih Lama dari Tidur: Rutinitas Harian Dr. Zakir Naik yang Mengejutkan
LombokPost – Di tengah sorotan dunia sebagai dai internasional dengan jutaan pengikut, Dr. Zakir Naik justru mengungkap sebuah fakta mengejutkan dalam wawancaranya bersama Dr. Richard Lee: waktu yang ia habiskan untuk salat setiap hari ternyata lebih lama dari waktu tidurnya.
"On average in a day, I spend five to five and a half hours for Salat. So the major activity in my day, more than sleeping, is Salat."
(Rata-rata dalam sehari, saya menghabiskan waktu lima hingga lima setengah jam untuk salat. Jadi aktivitas utama saya dalam sehari, lebih banyak daripada tidur, adalah salat.)
Dalam obrolan santai namun mendalam itu, Dr. Zakir menjelaskan bahwa setiap kali ia salat, dimulai dari wudhu hingga kembali ke rumah dari masjid, memakan waktu sekitar 40 menit per waktu salat. Dengan lima waktu salat sehari, ia mencatatkan total 200 menit, ditambah salat sunnah dan tahajud.
"Five multiplied by 40 is about 200 minutes... and then there is Salat and Dua, another 20 minutes... and then there is Tahajud for two hours."
(Lima kali 40 menit adalah sekitar 200 menit... lalu ada salat dan doa sekitar 20 menit lagi... dan ada tahajud selama dua jam.)
Jika ditotal, ia menghabiskan antara 5 hingga 5,5 jam setiap hari hanya untuk ibadah salat, termasuk tahajud. Sementara itu, tidurnya hanya sekitar 3,5 jam sehari.
"Five and a half hours in a day I spend for Salat. And about three and a half hours for sleeping."
(Lima setengah jam sehari saya habiskan untuk salat. Dan sekitar tiga setengah jam untuk tidur.)
Dr. Zakir mengaku memulai harinya dengan tahajud selama dua jam, kemudian dilanjutkan salat subuh, sarapan, sedikit pekerjaan, lalu tidur sekitar pukul 8 hingga 12 siang. Rata-rata ia tidur 3–4 jam dalam sehari, terkadang hanya dua jam.
Dakwah 24 Jam Nonstop: Di Satelit, YouTube, Hingga Facebook
Selain rutinitas ibadah yang luar biasa, Dr. Zakir juga mengungkap cakupan dakwah globalnya yang berlangsung nyaris 24 jam nonstop berkat teknologi digital. Ia memiliki empat saluran TV satelit yang menjangkau hingga 250 juta penonton dari berbagai bahasa dunia, seperti Inggris, Mandarin, Urdu, dan Bangla.
"We have four satellite channels... covering 200 to 250 million viewers all over the world."
(Kami memiliki empat saluran satelit... yang menjangkau 200 hingga 250 juta pemirsa di seluruh dunia.)
Sementara itu, akun Facebook-nya memiliki 24,8 juta pengikut aktif, dan YouTube dengan sekitar 4 juta subscriber.
"On the Facebook, mashallah, I have a following of about 24.8 million... on the YouTube, there is about 4 million."
(Di Facebook, saya memiliki sekitar 24,8 juta pengikut... dan di YouTube, sekitar 4 juta.)
Dakwah Keliling Dunia: 15 Negara dalam Setahun
Meski telah menetap di Malaysia, Dr. Zakir tak berhenti berdakwah keliling dunia. Tahun ini saja, ia dijadwalkan mengunjungi sekitar 15 negara, sebagian untuk ceramah publik, sebagian lainnya untuk konsultasi dakwah secara privat.
"This year, I'll be travelling to approximately as per the schedule, 15 countries... I'll be staying in Malaysia for about three months. Nine months I'll be traveling giving talks."
(Tahun ini, saya akan bepergian ke sekitar 15 negara sesuai jadwal... saya akan tinggal di Malaysia selama sekitar tiga bulan. Sembilan bulan sisanya saya gunakan untuk berdakwah di luar negeri.)
Dakwah 12 Jam Sehari dan Hidup Sederhana
Yang menarik, dari 24 jam yang ia miliki, Dr. Zakir menyebut bahwa sekitar 12 jam ia gunakan hanya untuk kegiatan dakwah—baik melalui media sosial, menjawab pertanyaan dari publik, hingga menyiapkan materi.
"Approximately in a day I spend 12 hours for Dakwah. 12 hours for Dakwah..."
(“Kurang lebih dalam sehari saya menghabiskan 12 jam untuk dakwah. 12 jam untuk dakwah…”)
Waktu untuk keluarga ia sisihkan 1–2 jam per hari, sementara sisanya digunakan untuk makan, mandi, dan rutinitas pribadi.
Dr. Richard Lee mengungkapkan kekagumannya karena meskipun Dr Zakir sangat terkenal ia hidup sangat sederhana.
"I wonder why you live so simple. I think you are a big star. International."
(Saya heran mengapa Anda hidup begitu sederhana. Padahal Anda ini sudah seperti bintang internasional.)
Rutinitas harian Dr. Zakir Naik menggabungkan ibadah intensif, dakwah global, dan disiplin ekstrem. Dengan hanya 3 jam tidur, ia mampu menjalani aktivitas dakwah hingga 12 jam dan ibadah lebih dari 5 jam sehari.
Kesederhanaan hidup yang ia jalani bukan karena keterbatasan, melainkan pilihan sadar untuk mengabdi sepenuh hati kepada dakwah dan kemanusiaan.
---
Q: Berapa lama Dr. Zakir Naik tidur setiap hari?
A: Sekitar 3,5 jam per hari, biasanya antara pukul 08.00–12.00 siang.
Q: Berapa lama waktu yang dihabiskan Dr. Zakir untuk salat?
A: Rata-rata 5–5,5 jam per hari, termasuk tahajud, salat wajib, sunnah, dan doa.
Q: Apa benar Dr. Zakir berdakwah 12 jam sehari?
A: Ya, ia menyebut dirinya menggunakan separuh waktu harinya untuk aktivitas dakwah, baik di media maupun secara langsung.
Q: Berapa pengikut Dr. Zakir di media sosial?
A: Di Facebook sekitar 24,8 juta, dan YouTube sekitar 4 juta subscriber.
Q: Apakah Dr. Zakir masih keliling dunia?
A: Ya. Ia dijadwalkan mengunjungi sekitar 15 negara tahun ini, meski menetap di Malaysia.