Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

5 Film Indonesia Berbiaya Produksi Fantastis tapi Merugi, padahal Penontonnya sampai Jutaan Orang

Geumerie Ayu • Jumat, 13 Juni 2025 | 08:57 WIB

Film indonesia berbiaya produksi fantastis tapi merugi, padahal penontonnya sampai jutaan orang.
Film indonesia berbiaya produksi fantastis tapi merugi, padahal penontonnya sampai jutaan orang.
LombokPost – Untuk menghasilkan film yang bagus dan menarik, sebuah rumah produksi biasanya tidak segan-segan mengeluarkan dana fantastis untuk biaya produksinya.

Tak tanggung-tanggung, biaya produksi film yang dikeluarkan bisa mencapai hingga puluhan miliar rupiah untuk bisa menghasilkan sebuah film terbaik.

Namun sayangnya, tidak semua film dengan biaya produksi besar juga berujung sukses besar atau meraup keuntungan yang fantastis, meski ditonton jutaan orang.

Hal tersebut sudah merupakan bagian dari risiko besar dalam industri perfilman, baik di tanah air maupun di luar negeri.

Film-film dengan biaya produksi besar biasanya punya ambisi besar, visual menawan, atau konsep yang mahal, namun sayangnya tidak berhasil menarik penonton yang cukup di bioskop.

Di Indonesia, ada 5 film yang sering disebut-sebut masuk kategori ini, berikut daftarnya.

Baca Juga: Dituntut Pengiklan, Aset Aktor Kim Soo Hyun Senilai Rp 36 Miliar Terancam Disita

1. The Raid 2: Berandal (2014)

Photo
Photo

Film ini diperkirakan menghabiskan biaya produksi sekitar USD 4,5 juta atau sekitar Rp 50-60 miliar pada kurs kala itu.

Film ini dikenal dengan koreografi aksi yang sangat kompleks, adegan kejar-kejaran mobil yang masif, dan lokasi syuting yang beragam yang.

Skala produksinya memang jauh lebih besar dibanding film pertamanya.

Meskipun sangat dipuji secara internasional dan dianggap sebagai salah satu film aksi terbaik dunia, The Raid 2 tidak begitu meledak di box office Indonesia jika dibandingkan dengan biaya produksinya.

Film ini ditonton sekitar 1,7 juta penonton di Indonesia, angka ini bagus, tapi untuk biaya produksi sebesar itu, rasanya belum cukup untuk menutup modal hanya dari pasar domestik, apalagi setelah dipotong bagian bioskop dan distributor.

Pendapatannya banyak ditopang dari penjualan internasional dan hak siar.

2. Gundala (2019)

Photo
Photo

Biaya produksi film ini diperkirakan sekitar Rp 30-35 miliar.

Sebagai film pembuka Jagat Sinema Bumilangit (BCU), Gundala punya ambisi besar, produksinya melibatkan banyak efek visual, adegan laga, dan pembangunan set yang detail untuk menciptakan dunia superhero yang meyakinkan.

Seperti The Raid 2, Gundala mendapat ulasan positif dan cukup diapresiasi di festival internasional.

Namun, dengan total penonton sekitar 1,7 juta di Indonesia, angka ini mungkin belum cukup untuk menutupi biaya produksi yang tinggi jika hanya mengandalkan pendapatan domestik.

Performa film ini masih lebih baik daripada Gatotkaca, tapi kemungkinan besar masih belum balik modal penuh dari box office lokal saja.

3. Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018)

Photo
Photo

Biaya produksi film ini dikabarkan mencapai Rp 28-30 miliar.

Baca Juga: Jadi Pusat Acara Konser BTS, Kota Goyang Jadi Sorotan Dunia

Film fantasi laga kolosal ini membutuhkan set yang megah, kostum dan make-up yang detail, serta banyak efek visual untuk menghidupkan dunia Wiro Sableng yang penuh kekuatan gaib.

Film ini berhasil menarik sekitar 1,8 juta penonton, yang sebenarnya cukup baik untuk film Indonesia.

Namun, dengan biaya produksi yang sangat tinggi, angka ini mungkin belum cukup untuk membuat film ini mencapai titik impas atau keuntungan signifikan dari penayangan bioskop di Indonesia saja.

4. Habibie & Ainun 3 (2019)

Photo
Photo

Meskipun tidak ada angka pasti yang dirilis, film biopik dengan skala produksi besar seperti ini, yang melibatkan rekonstruksi periode waktu tertentu, make-up prostetik untuk pemeran Habibie di usia tua, dan set yang detail, seringkali memiliki biaya yang tidak sedikit.

Biaya produksi film ini diperkirakan sekitar Rp 20-30 miliar.

Film ini memang berhasil menarik 2,2 juta penonton, yang merupakan angka yang sangat tinggi dan sukses besar bagi film Indonesia.

Namun, beberapa analisis keuangan di industri perfilman sempat menyebutkan bahwa meskipun penontonnya banyak, biaya produksi yang "fantastis" kadang membuat margin keuntungan menjadi tipis atau bahkan tidak menutup modal dari box office saja, terutama jika dibandingkan dengan biaya promosinya.

5. Gatotkaca (Satria Dewa: Gatotkaca) (2022)

Photo
Photo

Biaya produksi film ini disebut-sebut mencapai lebih dari Rp 40 miliar.

Baca Juga: YS Coffee dari Kaki Gunung Rinjani Hadirkan Citarasa Kopi Premium dengan Harga Merakyat

Film superhero Indonesia ini mengandalkan banyak efek visual (CGI), stunt, dan membangun dunia fantasi yang luas, sehingga memerlukan investasi besar dalam produksi dan pascaproduksi.

Sayangnya, film ini tidak berhasil menarik penonton sesuai harapan karena total penontonnya hanya mencapai sekitar 700 ribu orang, yang jauh di bawah ekspektasi untuk film dengan biaya sebesar itu, sehingga alhasil film ini merugi besar.

Ini adalah contoh di mana film sukses di mata penonton, tapi mungkin tetap menghadapi tantangan finansial internal.

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Film #penonton #biaya produksi fantastis #jutaan orang #film indonesia #Merugi