LombokPost - Artis terkenal, Vidi Aldiano mengaku harus bolak-balik berobat ke Penang, Malaysia di tengah polemik yang sedang menimpanya saat ini.
Ya, saat ini Vidi Aldiano mengabarkan ke pihak berwajib terkait masalah royalti musik lagu 'Nuansa Bening'.
Penyanyi sekaligus pencipta lagu itu pun digugat dengan nominal yang sangat fantastis yakni, Rp 24,5 miliar.
Baca Juga: Merasa Berhak Dapat Bansos Tapi Tak Menerimanya, Silakan Lapor di Aplikasi Cek Bansos
Malang benar nasibnya. Di tengah polemik itu, Vidi pun mengaku bahwa kanker ginjal yang telah menyerangnya sejak beberapa tahun lalu, kini bertambah ganas.
Untuk mengatasi penyakitnya, Vidi pun harus bolak-balik berobat ke salah satu rumah sakit di Penang, Malaysia.
“Jadi sudah beberapa bulan terakhir aku harus pulang ke Penang untuk berobat,” ungkap Vidi melansir dari Instagram @vidialdiano, Jumat, 13 Juni 2025.
Baca Juga: Senada dengan Rhoma Irama, Charly van Houten juga Angkat Bicara Terkait Royalti Musik
Dalam unggahan video di akun instagramnya itu, Vidi pun sedikit menyinggung teman-temannya yang sering berpergian ke Malaysia untuk tujuan lain.
“Kalau teman-teman ke sini, pulang pergi Malaysia untuk manggung, aku ke sini untuk masuk rumah sakit,” paparnya.
Meski begitu, Vidi mengaku akan terus berikhtiar agar bisa sembuh seperti biasanya.
Vidi menceritakan bahwa pertama kali mengetahui terkena kanker ginjal stadion 3 itu saat sedang berobat ke Singapura beberapa tahun yang lalu.
Pada saat itu, dokter pun menyarankan ia untuk meminum obat yang direkomendasikan dokter di Singapura.
Seiring berjalannya waktu, Covid-19 pun melanda dunia. Sehingga, Vidi tak bisa lagi berobat ke Singapura. Sementara, obat yang ia dapat dari dokter di Singapura itu, belum tersedia di Indonesia.
"Jadi aku harus pakai obat yang tersedia di Indonesia. Karena memang saat ini obatnya sayangnya belum sampai di Indonesia. Jadi kita harus melakukan treatmentnya semuanya di Penang," ujarnya.
Saat itulah, ia pun memutuskan untuk segera mengganti obatnya, karena kankernya bertambah ganas.
“Jadi di situ kita memutuskan untuk harus sudah langsung ganti obat. Akhirnya aku dikasih sebuah obat yang ternyata adalah obat yang pertama kali aku didiagnosis kanker, dulu di Singapura juga, dokter Singapura itu nyuruh aku untuk pakai obat yang ini,” ujarnya.
Baca Juga: 20.000 Jemaah Haji Indonesia Telat Dapat Makanan Selama 2 Hari di Arab Saudu, Ini Hasilnya
Tak dipungkiri, Vidi sedang mengalami cobaan yang bertubi-tubi. Bagaimanapun ceritanya, ia harus kuat menghadapinya.
"Karena jujur, susah untuk terus semangat dan mungkin terkait beberapa hal yang lagi ramai dibicarakan," paparnya.
"Saya memilih untuk tetap tenang dan menyerahkan semuanya kepada proses yang baik dan penuh rasa hormat,” pungkas Vidi.***
Editor : Kimda Farida