Keputusan drastis ini diambil menyusul laporan mengenai pertemuan Ju Haknyeon dengan mantan bintang film dewasa Jepang di Tokyo pada akhir Mei lalu, yang memicu kontroversi di kalangan penggemar dan publik.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada hari ini, One Hundred Label menjelaskan kronologi dan alasan di balik keputusan berat mengeluarkan Ju Haknyeon tersebut.
"Kami baru-baru ini mengambil tindakan untuk menangguhkan aktivitas Ju Haknyeon segera setelah kami diberi tahu bahwa ia terlibat dalam insiden kontroversial agar dapat meluangkan waktu untuk menyelidiki dan memverifikasi fakta secara menyeluruh," tulis agensi tersebut.
Agensi melanjutkan, "Sebagai hasil dari penyelidikan kami, kami telah menyadari beratnya masalah ini dan telah menanggapinya dengan serius. Kami telah menyadari bahwa menjadi sulit untuk mempertahankan kepercayaan kami kepadanya sebagai seorang artis."
Setelah diskusi panjang dengan para anggota THE BOYZ, agensi akhirnya memutuskan bahwa Ju Haknyeon akan mengundurkan diri dari grup dan kontrak eksklusifnya akan dihentikan.
One Hundred Label meminta pengertian dari para penggemar, menyatakan bahwa keputusan ini adalah langkah tak terelakkan untuk melindungi anggota THE BOYZ dan keberlangsungan grup secara keseluruhan.
"Mulai hari ini, Ju Haknyeon tidak akan lagi menjadi bagian dari THE BOYZ dan akan menghentikan semua aktivitas dengan grup tersebut," tegas agensi.
Insiden ini bermula ketika Ju Haknyeon tertangkap kamera tengah bertemu dengan mantan bintang film dewasa Jepang saat melakukan perjalanan ke Tokyo.
Hal tersebut yang kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial dan komunitas penggemar.
One Hundred Label berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada para anggota THE BOYZ yang tersisa agar mereka dapat terus berpromosi dalam keadaan sehat dan stabil.
Agensi juga menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penggemar atas kekhawatiran yang timbul.
Agensi berjanji akan berusaha keras untuk membalas kesetiaan penggemar dengan kabar baik dan promosi yang lebih baik di masa mendatang.***
Editor : Siti Aeny Maryam