Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Film MAA, Kisah Teror Iblis Mitologi, Pusaran Kutukan, dan Kekuatan Cinta Ibu

Geumerie Ayu • Sabtu, 12 Juli 2025 | 07:20 WIB
Film maa, kisah teror iblis mitologi, pusaran kutukan, dan kekuatan cinta ibu.
Film maa, kisah teror iblis mitologi, pusaran kutukan, dan kekuatan cinta ibu.

LombokPost- Film horor Bollywoo berjudul MAA, yang tayang perdana pada 27 Juni 2025, merupakan sebuah upaya ambisius dari sutradara Vishal Furia (yang dikenal lewat Chhorii) untuk menciptakan horor yang berakar kuat pada mitologi dan kekuatan feminin.

Film MAA ini juga menandai debut aktris papan atas Bollywood Kajol di genre horor sebagai pemeran utama, sebuah langkah yang sangat dinantikan para penggemar.

Film MAA menyoroti kisah Ambika (diperankan Kajol), seorang ibu di Kolkata yang kehidupannya berubah drastis ketika ia dan putrinya, Shweta (diperankan Kherin Sharma), harus pindah ke desa leluhur suaminya, Chandarpur, Benggala Barat.

Desa ini menyimpan rahasia kelam dan menjadi tempat bersemayamnya kekuatan jahat kuno bernama Doto.

Doto, menurut mitologi yang diangkat dalam film MAA, adalah makhluk yang terlahir dari setiap tetes darah iblis Raktabija, dan kini Shweta menjadi targetnya.

Salah satu kekuatan utama MAA adalah penampilan brilian dari Kajol.

Sebagai Ambika, Kajol berhasil menampilkan transformasi emosional yang luar biasa, dari seorang ibu yang pasrah menjadi sosok yang penuh keberanian dan amarah, mirip dengan perwujudan dewi pelindung dalam mitologi Hindu.

Aktingnya yang mendalam mampu membawa penonton merasakan betapa tak terbatasnya cinta seorang ibu yang berjuang mati-matian demi anaknya.

Film maa, kisah teror iblis mitologi, pusaran kutukan, dan kekuatan cinta ibu.
Film maa, kisah teror iblis mitologi, pusaran kutukan, dan kekuatan cinta ibu.

Film MAA juga patut diapresiasi atas keberaniannya dalam mengintegrasikan horor dengan elemen mitologi Hindu.

Film MAA tidak sekadar menyajikan hantu biasa, tetapi menggali akar budaya dan kepercayaan lokal, menghadirkan makhluk-makhluk dan ritual yang terinspirasi dari dewa-dewi dan iblis dalam mitologi India.

Ini memberikan identitas unik dan kedalaman pada narasi horornya, membedakannya dari film horor konvensional.

Visualisasi makhluk mitologis dan adegan ritual juga cukup megah dan mampu menciptakan atmosfer yang kelam.

Meski demikian, film MAA ini memiliki beberapa kekurangan.

Pembangunan ketegangan terkadang terasa lambat, sehingga tidak selalu berhasil menciptakan rasa takut yang meresap atau jumpscare yang menghentak secara konsisten.

Beberapa penonton mungkin merasa bahwa, meskipun idenya brilian, eksekusi horornya belum sepenuhnya maksimal dalam mengoptimalkan potensi kengerian dari premis mitologisnya.

Selain itu, sosok antagonis Doto meskipun didukung efek visual yang baik, kurang berhasil menampilkan kekuatan mengintimidasi yang konsisten di sepanjang film.

Secara keseluruhan, MAA adalah film yang ambisius dan menarik.

Bagi penggemar Kajol dan mereka yang tertarik dengan horor yang berakar pada mitologi serta kekuatan cinta seorang ibu, film ini adalah tontonan yang layak.

Namun, jika Anda mencari horor murni yang akan membuat jantung berdebar kencang tanpa henti, mungkin MAA tidak selalu memenuhi ekspektasi tersebut.

Film ini lebih cocok untuk mereka yang menghargai cerita horor dengan kedalaman budaya dan emosional. (Geumie)

Baca Juga: 8 Film Indonesia yang Sukses Tembus 1 Juta Penonton Kurang dari Seminggu Penayangan di Bioskop, Nomor 7 dan 8 Cuma Tiga Hari

Editor : Akbar Sirinawa
#iblis #kajol #mitologi #maa #horor #bollywood