LombokPost – Gisella Anastasia, penyanyi sekaligus 1st runner-up Indonesian Idol musim ke-5, kini semakin serius berkarir sebagai aktris.
Setelah beberapa proyek akting sebelumnya, Gisel kini tampil menantang dalam film orisinal Netflix yang baru dirilis, A Normal Woman.
Film yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi ini mulai tayang pada 24 Juli 2025, dan menampilkan Gisel dalam peran yang sangat berbeda, yakni sebagai Erika, seorang makeup artist.
A Normal Woman mengangkat kisah seorang perempuan merantau asal Surabaya yang berusaha keras bertahan hidup di Jakarta.
Erika, yang diperankan Gisel, bekerja sebagai makeup artist untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meskipun begitu, kehidupan Erika jauh dari glamor.
Suatu ketika, Erika mendapat kesempatan untuk merias Liliana (Widyawati), seorang perempuan kaya raya yang memiliki anak bernama Jonathan (Dion Wiyoko), seorang pengusaha ternama.
Kehidupan Jonathan yang penuh masalah rumah tangga membuat Erika melihat peluang untuk memperbaiki kehidupannya.
Ia pun terlibat lebih dalam dengan keluarga Jonathan, memanfaatkan situasi demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Erika pun digambarkan sebagai sosok yang penuh ambiguitas moral.
Bagi sebagian orang, karakter Erika mungkin terlihat menyebalkan, karena tindakannya yang dianggap tidak sepenuhnya baik. Namun, menurut Gisel, ada alasan kuat di balik setiap tindakannya.
Gisel mengungkapkan, karakter Erika merupakan gambaran seorang perempuan dengan pilihan-pilihan sulit dalam hidup yang keras.
"Saya sendiri belajar dari hidup yang keras, jadi saya nggak bisa menghakimi Erika," ujar Gisel dalam konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (23/7).
"Meskipun aku nggak setuju dengan yang Erika bikin, tapi ada lho orang seperti itu," tambah Gisel.
Peran Erika yang abu-abu ini menjadi tantangan tersendiri bagi Gisel. Dalam proses reading naskah, ia diminta untuk mengupas habis karakter tersebut.
“Benar-benar dikulik banget. Syukurlah dibantu tim yang oke,” tambah Gisel.
Karakter yang memiliki moral ambigu ini memang tidak mudah untuk dimainkan, namun Gisel berhasil memerankannya dengan apik.
Film bergenre drama-thriller ini memberikan perenungan mendalam tentang kehidupan yang penuh ekspektasi dan tantangan.
Di dalamnya, karakter-karakternya digambarkan dengan sangat manusiawi. Setiap tindakan yang mereka lakukan memiliki alasan yang masuk akal.
Seperti halnya Erika, yang meskipun terkesan oportunistik, sebenarnya memiliki alasan kuat yang bisa dipahami oleh penonton.
"Yang menarik di film ini, semua karakternya itu masuk akal. Mereka punya alasan untuk tiap tindakan," ujar Gisel menutup wawancara.
Dengan A Normal Woman, Gisel menunjukkan kedalaman aktingnya dalam memerankan karakter yang kompleks dan penuh konflik batin.
Film ini mengajak penonton untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas, memahami bahwa setiap orang memiliki alasan di balik setiap keputusan hidup yang mereka buat.
Editor : Rury Anjas Andita