Namun, di balik sorotan keberhasilan film Omniscient Reader The Prophet tersebut, tersimpan tekanan finansial yang tak ringan.
Dengan biaya produksi fantastis mencapai lebih dari 30 miliar KRW, film Omniscient Reader The Prophet ini dituntut meraih minimal 6 juta penonton untuk menembus titik impas.
Film Omniscient Reader The Prophet disutradarai oleh nama besar dan diperkuat oleh jajaran pemain papan atas seperti Ahn Hyo Seop, Lee Min Ho, dan Jisoo BLACKPINK.
Film Omniscient Reader The Prophet ini awalnya diprediksi akan menjadi hit besar musim panas.
Adaptasi dari webtoon populer berjudul sama ini mengangkat kisah penuh aksi dan teka-teki dalam dunia yang tiba-tiba berubah berdasarkan alur novel web yang hanya diketahui oleh satu pembaca.
Namun, tantangan muncul sejak hari kedua penayangan film Omniscient Reader The Prophet.
Data penjualan tiket menunjukkan penurunan jumlah penonton hingga 40 persen, menandakan potensi hambatan dalam mempertahankan daya tarik jangka panjang dari fim Omniscient Reader The Prophet.
Salah satu kritik paling keras datang dari penggemar setia webtoon aslinya, yang menyayangkan berbagai perubahan dalam alur cerita serta penyederhanaan karakter.
Banyak yang merasa bahwa esensi narasi asli dan kompleksitas dunia cerita Omniscient Reader The Prophet hilang, digantikan dengan elemen visual megah yang dianggap tidak mampu menutupi kekosongan emosional.
“Ceritanya terlalu disederhanakan. Saya merasa kehilangan kedalaman karakter yang selama ini saya ikuti di webtoon,” tulis salah satu netizen di komunitas daring.
Kemerosotan jumlah penonton bioskop bukan hanya menjadi isu bagi film Omniscient Reader The Prophet, tetapi juga mencerminkan tren nasional.
Harga tiket yang tinggi, bersaing ketat dengan platform streaming, serta kebiasaan pasca-pandemi yang membuat masyarakat lebih nyaman menonton dari rumah, turut memengaruhi performa film di layar lebar.
Pemerintah Korea pun mencoba mengambil langkah cepat dengan membagikan kupon diskon bioskop, sebagai bentuk dukungan terhadap industri film lokal.
Namun, efektivitas kebijakan ini masih dipertanyakan, mengingat perubahan perilaku penonton dan ketatnya persaingan konten hiburan global.
Meski tantangan tak kecil, belum semuanya harapan hilang.
Film Omniscient Reader The Prophet masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan jika mampu menarik penonton baru lewat ulasan positif, word-of-mouth, dan kekuatan fandom para aktor utama.
Namun, dengan setiap harinya tiket tak terjual habis, jarak menuju 6 juta penonton kian terasa berat bagi film Omniscient Reader The Prophet.
Editor : Siti Aeny Maryam