LombokPost - Anies Baswedan resmi bergabung ke platform pecinta film, Letterboxd, setelah banjir permintaan dari warganet.
Lewat akun pribadinya di X (dulu Twitter), mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku bukan sinefil, tapi hanya penikmat kasual film.
Namun, keputusan Anies membuat akun Letterboxd tetap disambut antusias publik.
“Memenuhi banyak sekali permintaan, ini akun Letterboxd saya ya ... Penafian: saya bukan sinefil tapi penikmat kasual saja … akunnya buat arsip aja kalau sesekali sempat menulis soal pengalaman menonton yang berkesan,” tulis Anies di akun X resminya, disertai tautan ke profil Letterboxd miliknya.
Langkah ini muncul usai unggahan Anies soal film Sore: Istri Dari Masa Depan ramai dibahas di media sosial.
Banyak netizen terkesan dengan ulasan film Anies yang dianggap penuh makna, bahkan menyentuh.
Respons itu kemudian berujung pada permintaan agar Anies membuat akun Letterboxd untuk membagikan pandangannya soal film secara rutin.
Kini, akun Letterboxd Anies Baswedan resmi aktif dan langsung menarik ribuan pengikut.
Dalam bio-nya, Anies kembali menegaskan bahwa ia hanya ingin mengarsipkan pengalaman menonton, bukan menjadi kritikus. Meski begitu, kehadirannya di platform tersebut langsung viral.
Menariknya, dalam bagian “Favorite Films”, Anies mencantumkan empat film yang disebutnya paling membekas:
Tjoet Nja' Dhien
The Godfather
PK (India)
Journey of Hope (Swiss)
Film Tjoet Nja' Dhien yang ia pilih menjadi sorotan tersendiri, karena menegaskan karakter perjuangan dan sejarah nasionalisme yang kental.
The Godfather, sebagai film legendaris Hollywood, memperlihatkan selera klasik.
Sementara PK dan Journey of Hope menunjukkan ketertarikan Anies terhadap film-film bertema kemanusiaan dan spiritualitas.
Hingga 1 Agustus 2025, akun Letterboxd Anies telah memiliki hampir 12 ribu pengikut dan mengikuti lebih dari 1.700 akun pengguna lain.
Ia juga telah menulis satu ulasan lengkap untuk film Sore: Istri Dari Masa Depan, yang diberinya rating lima bintang.
“Tentang film Sore, amat jarang ada film yang membuat kita kesulitan menampung luapan pikiran dan berbagai emosi sekaligus,” ulas Anies.
Platform Letterboxd Indonesia sendiri makin populer di kalangan generasi muda karena bisa menjadi tempat berbagi opini, ulasan, dan daftar tontonan. Banyak yang menyebutnya mirip Goodreads untuk film.
Tak sedikit netizen yang menilai akun Letterboxd Anies Baswedan sebagai salah satu bentuk pendekatan yang cerdas kepada publik muda.
Gaya penulisan yang hangat dan reflektif membuatnya tak hanya relevan dalam politik, tetapi juga di ranah budaya pop digital.
Kehadiran Akun Letterboxd Anies Baswedan pun memicu diskusi lebih luas tentang selera film pemimpin politik, sekaligus menjadi contoh bagaimana ruang digital bisa dimanfaatkan untuk komunikasi personal dan emosional.
“Akun Letterboxd Anies Baswedan bikin saya makin suka beliau, karena ternyata film favoritnya relate banget,” tulis salah satu pengguna Letterboxd asal Bandung.
Dengan makin banyaknya pengguna Letterboxd di Indonesia, kehadiran figur publik seperti Anies tentu memberi warna tersendiri. Apakah ulasan film lainnya akan segera menyusul?
Kita tunggu review Anies selanjutnya. (***)
Editor : Alfian Yusni