LombokPost – SM Entertainment melaporkan hasil keuangan kuartal kedua 2025 yang mengesankan dan melampaui ekspektasi pasar.
Hal itu berkat lonjakan penjualan merchandise dari RIIZE dan NCT WISH, serta peningkatan profitabilitas anak perusahaannya.
Dikutip dari Allkpop, laporan keuangan kuartal kedua SM Entertainment mencatat pendapatan sebesar 302,9 miliar KRW atau sekitar USD 217,9 juta.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 19,3 persen secara tahunan (yoy) dan naik 30,9 persen secara kuartal (qtoq).
Laba operasional SM Entertainment mencapai 47,6 miliar KRW atau sekitar USD 34,2 juta, naik sebesar 92,3 persen secara tahunan (yoy) dan 46,1 persen secara kuartal (qtoq).
Penjualan album di SM Entertainment mencapai total 5,79 juta unit.
Dipimpin oleh boy group rookie RIIZE dengan 1,93 juta unit, diikuti oleh NCT WISH (1,34 juta) dan aespa (0,90 juta).
Angka ini menunjukkan dominasi grup-grup baru dalam mendongkrak kinerja perusahaan, menandakan keberhasilan strategi regenerasi artis SM melalui proyek SM 3.0.
Meski pendapatan dari konser menurun 9,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi 33,6 miliar KRW, angka tersebut tetap melampaui perkiraan berkat tur skala besar dari artis-artis veteran seperti TVXQ, SHINee, Taeyeon, dan NCT 127.
Baca Juga: V BTS Beri Kejutan Spoiler Comeback Grup Lengkap di Musim Semi Mendatang
Namun, sorotan utama jatuh pada segmen penjualan merchandise yang melesat 45,8 persen secara tahunan (yoy) menjadi 63,9 miliar KRW atau sekitar 46 juta USD.
Keberhasilan ini dipicu oleh peluncuran toko pop-up tematik yang memanfaatkan antusiasme fandom secara strategis, menjadikan merchandise sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan.
Melihat ke depan, SM telah menyiapkan deretan comeback strategis untuk memperkuat posisinya hingga akhir tahun.
Kuartal ketiga akan diramaikan oleh NCT DREAM, aespa, NCT WISH, Super Junior, dan WayV.
Sementara kuartal keempat akan diisi oleh Taeyeon, Hearts2Hearts, dan artis lainnya.
Total 186 konser telah dijadwalkan untuk paruh kedua tahun ini, mencerminkan strategi agresif dalam monetisasi performa langsung.
Sebagai langkah strategis, SM juga mengumumkan kemitraan dengan Tencent Music Entertainment, yang tidak hanya mencakup distribusi musik, tetapi juga perencanaan konten, analisis data fandom, hingga eksekusi konser.
Langkah ini dipandang sebagai upaya serius memperkuat jejak bisnis di pasar Tiongkok, yang selama ini diwarnai tantangan geopolitik dan regulasi ketat.
Selain itu, SM mengonfirmasi peta jalan debut tiga tahun ke depan, termasuk peluncuran dua hingga tiga grup baru di bawah inisiatif SMTR25, dengan satu debut besar telah dijadwalkan pada tahun 2026.
Fokus juga diarahkan pada ekspansi fandom di Amerika Utara, dengan comeback aespa di bulan September diharapkan menjadi katalis utama. (Geumie)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin