Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Film Animasi “Merah Putih One For All” Tersandung Kontroversi: Anggaran Rp 6,7 Miliar, Trailer Diduga Penuh Aset Beli

Kimda Farida • Minggu, 10 Agustus 2025 | 15:36 WIB
Photo
Photo

LombokPost--Film animasi nasional “Merah Putih One For All” yang digadang-gadang sebagai karya anak bangsa kini terseret kontroversi panas.

Publik menyoroti kualitas trailer yang dirilis belum lama ini, yang diduga menggunakan hampir seluruhnya aset beli, bukan hasil produksi orisinal tim kreatif.

Padahal, film garapan Endiarto dan Bintang ini mendapat kucuran anggaran fantastis mencapai Rp 6,7 miliar.

Baca Juga: Cuma 38 Detik! Rahasia di Balik Kemenangan TKO El Rumi atas Jefri Nichol di Rematch Panas Superstar Knockout

Proses produksinya dimulai sejak Juni 2025, dan hasil akhirnya berdurasi 70 menit.

Namun, banyak netizen merasa kualitasnya kalah jauh dibanding short movie buatan komunitas animasi independen.

"Bagus dari mana? Posternya saja mirip cover buku paket PKN. Trailer kelihatan nyomot semua asset, hampir tidak ada yang benar-benar dibuat sendiri,” tulis salah satu komentar warganet yang viral di media sosial.

Lebih parahnya lagi, sejumlah penonton menilai plot film ini secara tak langsung justru mengandung pesan yang salah.

Dalam salah satu adegan, anak-anak memilih jalan ke hutan untuk mengambil bendera tanpa biaya, dibanding membeli di toko bendera.

Netizen menuding ini bisa diartikan sebagai sindiran pada praktik penggelapan dana, di mana anggaran tetap masuk kantong pribadi.

Banyak pihak mempertanyakan, ke mana sebenarnya aliran dana Rp 6,7 miliar tersebut.

Kritik juga diarahkan pada pihak produser yang sebelumnya mempromosikan film ini sebagai “karya murni anak bangsa” yang siap membanggakan Indonesia.

Meski pihak pembuat film belum memberikan klarifikasi resmi, tagar #MerahPutihOneForAll ramai digunakan warganet untuk mengungkap berbagai temuan soal aset yang mirip atau identik dengan yang dijual di pasar aset digital internasional.

Editor : Kimda Farida
#MERAH PUTIH ONE FOR ALL #kontroversi film #film animasi indonesia