Kegiatan yang digelar Sabtu-Minggu (11–12/10) di Gili Trawangan itu, mencatatkan transaksi ekspor mencapai Rp 11,2 miliar.
Ajang ini mempertemukan pelaku UMKM unggulan Lombok Utara dengan lima buyer (pembeli) dari empat negara.
Kegiatan ini menghasilkan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan pesanan pembelian (Purchase Order/PO) yang berpotensi mengangkat produk Lombok Utara ke pasar global.
Kepala DPMPTSP Naker Lombok Utara Evi Winarni mengatakan, momentum ini menjadi titik balik penting untuk memperluas jaringan ekspor komoditas unggulan daerah.
Dalam kegiatan ini terjadi penandatanganan MoU dan PO dengan dua buyer dari Inggris dan India.
"Inggris memesan komoditas cengkeh, sementara India fokus pada pemesanan mete. Nilai transaksi dari kedua kesepakatan ekspor ini mencapai angka yang sangat menggembirakan, yakni Rp 11,2 miliar," ujar Evi, Senin (13/10).
Evi menjelaskan, nilai transaksi yang dicatatkan tersebut berpotensi besar terus meningkat.
Hal ini dikarenakan MoU menyertakan klausul PO lanjutan yang akan diterbitkan sesuai kebutuhan berkala dari pihak buyer.
“Mekanisme pembayarannya pun sudah disepakati dengan uang muka (Down Payment/DP) sebelum setiap PO dikeluarkan,” sambungnya.
Tidak hanya sektor pertanian, produk kriya dan olahan lokal pun turut menorehkan prestasi.
Kegiatan ini berhasil memfasilitasi kerja sama penting antara pelaku UMKM kriya Lombok Utara dengan buyer lokal, PT Verda Nusadaya Agro.
Kerja sama tersebut berupa produksi pewarna alami indigo yang akan ditujukan untuk pasar ekspor Jepang.
Dalam MoU tersebut, disepakati pengiriman rutin sebanyak 1 ton per bulan.
Harganya cukup menjanjikan, yaitu Rp 85.000 per kilogram.
“Ini menunjukkan potensi besar UMKM kita di sektor kriya dan bahan baku alami," terangnya.
Sementara itu, produk cokelat hasil olahan Lombok Utara masih berada dalam tahap negosiasi intensif dengan buyer asal Bandung.
Rencana pembelian awal sebanyak 300 kilogram.
Evi Winarni menegaskan komitmen penuh DPMPTSP-Naker Lombok Utara untuk segera menindaklanjuti seluruh hasil kesepakatan.
Terutama poin-poin kerja sama ekspor cengkeh, mete, dan indigo. Pihaknya akan mengawal seluruh proses hingga diperoleh dokumen resmi yang mengikat antara para pihak.
"Kami akan terus kawal proses lanjutannya, agar betul-betul berdampak pada peningkatan ekspor dan yang paling utama, peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM," tegasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam