Serial Monster: The Ed Gein Story tak hanya mendokumentasikan kejahatan Gein, tetapi juga secara mendalam mengungkap bagaimana terornya melahirkan Psycho, The Silence of the Lambs, dan bahkan Mindhunter.
Sutradara Monster: The Ed Gein Story, Ryan Murphy menegaskan signifikansi Ed Gein.
"Dia (Ed Gein) mungkin salah satu orang paling berpengaruh di abad ke-20, namun orang-orang tidak banyak tahu tentangnya."
Film horor klasik Alfred Hitchcock berjudul Psycho, secara langsung terinspirasi oleh kejahatan Ed Gein.
Serial ini menunjukkan hubungan paralel, di mana pembunuhan yang dilakukan EdGein menjadi latar awal bagi novelis Robert Bloch.
Aktor Charlie Hunnam, pemeran Ed Gein menyebut Psycho sebagai titik balik genre.
"Sebelum Psycho dirilis, monster (dalam film) adalah manusia serigala, Dracula, dan Frankenstein. Mereka bukan tetangga sebelah. Itu adalah pencitraan ulang genre horor yang lengkap."
Serial ini bahkan menampilkan adegan di balik layar yang dramatis, menunjukkan Tobe Hooper berjuang dengan visi kekerasan saat menggarap The Texas Chain Saw Massacre, di mana Leatherface jelas terinspirasi oleh kostum kulit Ed Gein.
Ryan Murphy mencatat warisan Gein yang tak terbantahkan, yakni Norman Bates (Psycho), Buffalo Bill (The Silence of the Lambs), Leatherface (The Texas Chain Saw Massacre), dan Patrick Bateman (American Psycho).
Sutradara Ian Brennan menjelaskan bahwa tujuan musim Monster ini adalah untuk menggambarkan awal mula obsesi Amerika terhadap pembunuh berantai.
"Ada sesuatu tentang kisah ini yang benar-benar bergema sepanjang masa," kata Brennan.
Bahkan di episode terakhir, serial ini memberikan penghormatan kepada Mindhunter, serial favorit tentang profiler FBI yang mewawancarai pembunuh, menegaskan bahwa pengaruh Ed Gein meluas hingga ke metodologi investigasi modern.
Sebelum Ed Gein ditangkap, ia telah mengubah wajah teror sinema untuk selamanya.
Editor : Redaksi Lombok Post