Namun, pernyataan Jennifer Lawrence ini berkembang menjadi sindiran pedas terhadap budaya perilaku toxic dan tekanan di Hollywood, yang langsung menarik perhatian publik dan media.
Dalam penampilannya di podcast Las Culturistas yang dipandu oleh Matt Rogers dan Bowen Yang (via Entertainment Weekly), Jennifer Lawrence yang berperan sebagai seorang ibu yang berjuang melawan psikosis pascapersalinan menjelaskan bahwa profesionalisme Robert Pattinson adalah kunci utamanya.
Baca Juga: 4 Serial Netflix Ini Diproyeksi Punya Rating dan Buzz Tertinggi Awal November 2025
"Kami tidak memilikinya (koordinator keintiman), atau mungkin ada tapi kami tidak benar-benar menggunakannya. Saya merasa sangat aman dengan Rob," jelas Jennifer Lawrence.
Jennifer Lawrence memuji Robert Pattinson sebagai sosok yang "tidak mesum (not pervy)" dan sangat mencintai tunangannya, Suki Waterhouse.
Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari keraguan.
"Tidak pernah ada hal aneh seperti, 'Apakah dia berpikir saya menyukainya?' Jika ada sedikit saja perasaan seperti itu, saya mungkin akan memiliki koordinator keintiman," tambahnya.
Faktor terbesar yang menghilangkan kecanggungan, menurut Jennifer Lawrence, adalah niat Robert Pattinson yang jelas dan rasa saling menghormati.
Mereka fokus membahas hal-hal nyata seperti anak-anak dan hubungan mereka, alih-alih membangun ketidakpastian romantis.
Baca Juga: Intip 3 Drama Korea Terbaru di Netflix yang Tayang November 2025
Pernyataan Jennifer Lawrence dengan cepat beralih menjadi kritik yang menggugat terhadap kondisi industri hiburan.
Jennifer Lawrence mengungkapkan adanya masalah pelecehan dan tekanan yang dihadapi aktris wanita.
"Banyak aktor pria tersinggung jika Anda tidak ingin bercinta dengan mereka, dan kemudian hukuman mulai berlaku," kata Jennifer Lawrence, merujuk pada konsekuensi negatif yang diterima aktris ketika menolak pendekatan rekan kerja.
Jennifer Lawrence segera menegaskan, "Tapi, dia (Robert Pattinson) tidak seperti itu. Demi catatan, dia tidak seperti itu."
Namun, dengan nada sarkastis, Jennifer Lawrence menambahkan, "Saya hanya pernah mendengar hal ini, saya tidak pernah mengalaminya," mengisyaratkan bahwa masalah toxic masculinity tersebut sangat umum di lingkungan profesional Hollywood.
Untuk membangun chemistry yang dibutuhkan dalam film yang disutradarai oleh sineas terkenal Lynne Ramsay, Jennifer Lawrence dan Robert Pattinson diminta mengikuti les dansa untuk adegan koreografi yang, ironisnya, akhirnya dipotong.
Jennifer Lawrence mengakui les dansa itu terasa "memalukan (humiliating)" pada awalnya, namun pengalaman konyol tersebut justru memperkuat ikatan mereka dan secara paradoks "membuat koreografi adegan seks" menjadi lebih mudah dan nyaman.
Selain itu, Jennifer Lawrence menunjukkan komitmennya pada kejujuran artistik. Ia mengungkapkan syuting adegan telanjang saat sedang hamil anak kedua dan secara tegas menolak tawaran retouching digital untuk menyembunyikan selulit.
Ketika dikirimi close-up selulitnya, ia dengan tegas menjawab, "Gausah (diedit). Itu emang pantat ku!"
Baca Juga: Bukan Sekadar Mistis, Intip 6 Film Horor Indonesia Terbaru yang Tayang November 2025
Film Die My Love, yang dibintangi Jennifer Lawrence dan Robert Pattinson sebagai pasangan yang menghadapi kehancuran mental, dijadwalkan rilis di bioskop Amerika Serikat pada 7 November 2025.
Editor : Siti Aeny Maryam