Prosesi lamaran berlangsung khidmat dengan konsep intimate engagement, hanya dihadiri keluarga inti dan kerabat terdekat dari kedua belah pihak. Nuansa alam yang hijau dan tenang dipilih untuk mencerminkan karakter El Rumi dan Syifa Hadju yang sederhana, hangat, namun sarat makna.
Wedding planner Hilda by Bridestory dalam keterangan tertulis yang diterima Lombok Post menyebutkan, konsep alam sengaja dihadirkan sebagai simbol keseimbangan dan keseriusan pasangan muda ini dalam menapaki kehidupan baru.
Pada momen sakral tersebut, Syifa Hadju tampil anggun mengenakan kebaya bernuansa soft terracotta, sementara El Rumi tampak gagah dalam balutan beskap dengan warna senada karya Studio Boh. Keduanya terlihat serasi dan penuh kebahagiaan.
Prosesi lamaran diawali dengan pertemuan dua keluarga besar, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian niat resmi El Rumi untuk meminang Syifa Hadju sebagai pendamping hidup. Momen tersebut menjadi simbol komitmen kuat keduanya menuju jenjang pernikahan.
El Rumi mengungkapkan harapannya agar seluruh rangkaian menuju hari pernikahan dapat berjalan lancar hingga hari H yang direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun ini.
“Ini adalah langkah besar dalam hidup kami. Kami berharap semua persiapan menuju pernikahan bisa berjalan dengan baik dan penuh kebahagiaan. Mohon doa agar kami diberi kelancaran dan dapat menjadi keluarga yang harmonis,” ujar El Rumi.
Hal serupa juga disampaikan Syifa Hadju. Ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus memohon doa restu dari keluarga, sahabat, dan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur bisa sampai di tahap ini. Semoga setiap proses ke depan diberi kemudahan dan keberkahan, serta menjadi awal yang indah untuk membangun masa depan bersama,” tuturnya.
Editor : Marthadi