Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Viral! Adu Gaya dr. Tirta vs dr. Gia Pratama, “Dokter Galak” vs “Dokter Kalem” Bikin Netizen Tercengang

Kimda Farida • Selasa, 7 April 2026 | 14:33 WIB
Dua gaya, satu tujuan. Pertemuan dr. Tirta dan dr. Gia Pratama di Podcast Raditya Dika tunjukkan cara berbeda dokter menghadapi pasien di tengah tekanan tinggi.
Dua gaya, satu tujuan. Pertemuan dr. Tirta dan dr. Gia Pratama di Podcast Raditya Dika tunjukkan cara berbeda dokter menghadapi pasien di tengah tekanan tinggi.

 

LombokPost--Pertemuan dua dokter dengan karakter bertolak belakang mendadak viral di media sosial.

dr. Tirta dan dr. Gia Pratama akhirnya bertatap muka dalam sebuah Podcast Raditya Dika yang disebut netizen sebagai “benturan dua dunia”.

Selama ini, publik mengenal dr. Tirta sebagai sosok vokal, tegas, dan kerap frontal dalam mengedukasi pasien—bahkan tak segan menegur keras jika menemui pasien yang membandel.

Sebaliknya, dr. Gia tampil dengan pendekatan yang jauh lebih tenang, diplomatis, namun tetap tegas dalam mengambil keputusan.

Dalam perbincangan tersebut, kontras keduanya langsung terasa sejak awal. dr. Tirta dengan gaya “main character energy” yang dominan dan blak-blakan, sementara dr. Gia memancarkan “backstage energy” yang kalem namun penuh kendali.

Baca Juga: Masih Dicari, Susah Didapat, Kondisi AC Milan soal Kebutuhan Striker Baru

Perbedaan semakin terlihat saat membahas cara menghadapi pasien. dr. Tirta mengaku lebih memilih pendekatan langsung dan tegas demi efisiensi, bahkan bisa meminta pasien keluar jika tetap bersikeras.

Di sisi lain, dr. Gia memilih pendekatan halus di permukaan, namun tetap tegas di balik layar dengan langkah profesional.

Namun di balik perbedaan gaya itu, keduanya sepakat bahwa tekanan kerja di dunia medis—terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD)—sering kali membentuk karakter seorang dokter.

“Galak itu bukan karakter, tapi efek tekanan kerja,” ungkap dr. Gia, menjelaskan realita berat yang dihadapi tenaga medis saat harus mengambil keputusan cepat demi menyelamatkan nyawa.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat dr. Gia menceritakan cara menghadapi pasien yang percaya penyakit akibat hal mistis.

Alih-alih langsung membantah, ia justru mengikuti alur pikir pasien sebelum akhirnya memberikan penjelasan medis yang tepat.

Diskusi ini juga menyoroti peran dokter yang tidak hanya mengobati, tetapi juga mengedukasi dan mencegah penyakit.

Keduanya sepakat bahwa media sosial kini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Liburan ke Korea Selatan Makin Praktis! QRIS Kini Resmi Bisa Digunakan di Seoul, Tak Perlu Repot Tukar Won

Meski sempat menyinggung topik sensitif seperti perokok dan kelompok anti-vaksin, keduanya sepakat bahwa tidak semua perdebatan harus dilanjutkan.

“Cara menang debat adalah tidak berdebat,” menjadi salah satu kutipan yang ramai diperbincangkan netizen.

Menariknya, di tengah diskusi serius, keduanya juga menyelipkan sisi santai—termasuk perbedaan dukungan klub sepak bola, antara Liverpool dan Manchester United—yang justru memperlihatkan bahwa perbedaan tidak selalu berujung konflik.

Pertemuan ini pun menuai banyak respons positif.

 Alih-alih mencari siapa yang paling benar, publik justru melihat bagaimana dua pendekatan berbeda bisa saling melengkapi demi tujuan yang sama: meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat Indonesia.

Editor : Kimda Farida
#dr Gia Pratama #dokter viral #edukasi kesehatan #IGD #dr Tirta