LombokPost – Drama Tiongkok atau Drama Cina (Dracin, Red) terbaru berjudul About Love tengah mencuri perhatian penikmat drama romantis di tahun 2026 ini.
Perpaduan visual memukau Wang Zi Wen dan Liu Yu Ning, membuat Dracin ini melampaui sekadar kiasan "gadis bertemu pria" dengan menghadirkan spektrum hubungan yang kompleks dan sering kali pahit.
Apakah mempercayai cinta sejati adalah sebuah naifitas, ataukah sekadar ilusi yang ditakdirkan untuk hancur? Pertanyaan filosofis ini menjadi fondasi utama dalam Dracin ini.
Jika tertarik dengan Dracin ini,berikut sejumlah alasan mengapa About Love menjadi drama paling relatable di tahun 2026.
- Li Xiao Xi: Sang "Penguji Cinta" yang Terjebak Premis Sendiri
Wang Zi Wen berperan sebagai Li Xiao Xi, sosok wanita yang menawan dan manis, tipe kecantikan ideal yang diimpikan banyak pria. Namun, di balik senyumnya yang bersahabat, Xiao Xi menyimpan kekecewaan mendalam terhadap romansa. Pengalaman pahit membuatnya tidak percaya pada kesetiaan pria.
Ironisnya, ia justru membangun reputasi sebagai "wanita kejam" yang membantu para klien wanita untuk menguji kesetiaan pasangan mereka.
Xiao Xi tahu persis cara memanipulasi pria licik, namun ia sendiri sebenarnya buta tentang bagaimana rasanya jatuh cinta secara tulus, sampai ia bertemu dengan Xiao Bei.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Dracin Terbaik Arthur Chen, Pilihan Tontonan Maraton di Akhir Pekan
2. Xiao Bei: Si Penilai Barang Mewah yang Mencari Keaslian
Liu Yu Ning memberikan performa yang solid sebagai Xiao Bei. Dari luar, ia tampak dingin dan serius, namun di dalamnya tersimpan hati yang jujur dan penyayang.
Sebagai seorang penilai barang mewah, Xiao Bei memiliki insting tajam untuk membedakan yang palsu dari yang asli.
Pada pertemuan pertama, Xiao Bei adalah pria pertama yang tidak tergiur oleh rayuan terbuka Xiao Xi. Ketidakpeduliannya justru memicu rasa penasaran Xiao Xi.
Ketika mereka akhirnya menjalin hubungan romantis yang cepat dan bahagia, penonton mungkin mengira ini adalah akhir yang manis. Namun, dalam drama modern, kebahagiaan awal hanyalah tenang sebelum badai.
3. Masa Lalu yang Menghantui: Konflik Moral dan Ironi
Baca Juga: 10 Drakor Terbaru Ini Tayang Perdana Selama April 2026
Konflik memuncak ketika Xiao Xi menyadari bahwa Lao Gong (Gao Wei Guang), sahabat dekat kekasihnya, adalah mantan pacar dari salah satu klien yang pernah ia "uji".
Lebih rumit lagi, Gong yang sinis dan playboy justru mengetahui identitas asli Xiao Xi sebagai penguji cinta dan memanfaatkan rahasia tersebut.
Di sinilah letak daya tarik utama "About Love". Drama ini bukan sekadar cerita moral tentang siapa yang benar atau salah. Ia menunjukkan ironi bahwa air mata yang pernah disebabkan Xiao Xi pada hubungan orang lain kini menjadi ancaman terbesar bagi kisah cintanya sendiri.
Kehadiran Gong memaksa Xiao Xi menunjukkan jati diri aslinya, sisi gelap yang justru takut ia tunjukkan kepada Xiao Bei yang polos.
Baca Juga: 5 Drakor Ini Jadi Bukti Karakter Anti Hero Jauh Lebih Menarik
4. Potret Hubungan yang Manusiawi dan Tidak Sempurna
Tak hanya fokus pada pemeran utama, "About Love" memperluas cakrawala dengan pasangan pendukung yang tak kalah rumit.
Di antaranya, Cinta Segitiga Ah Xiu (Gu Jia Cheng), Yu (Jiang Xin), dan Luan Luan, menjelajahi dilema pernikahan dan cinta lama yang tak kunjung usai.
Ketidakpastian Da Sen dan Ming Ming menggambarkan sulitnya melepaskan cinta pertama demi hubungan baru yang belum terdefinisi.
Dracin "About Love" mungkin tidak memiliki plot yang meledak-ledak, namun ia unggul dalam mengeksplorasi nuansa hubungan secara detail. Ia berbicara tentang kepercayaan, komunikasi, rasa tidak aman, dan kebohongan yang setengah terungkap.
Drama ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang sempurna, dan itulah yang membuatnya terasa nyata.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Dracin Bertema 'Chuanyue' Terbaik
Karakter-karakternya yang penuh cacat justru membuat mereka layak dicintai karena mereka merepresentasikan sifat manusia yang sebenarnya.
Di tahun 2026 ini, "About Love" adalah pengingat bahwa cinta modern bisa memiliki banyak akhir, dan tidak semuanya harus seperti dongeng untuk dianggap bahagia.
Editor : Akbar Sirinawa