Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

G-Dragon Tuai Kritik Global Gegara Kostum Panggung di Makau, Agensi Minta Maaf

Geumerie Ayu • Senin, 4 Mei 2026 | 22:48 WIB
G-Dragon. (Instagram)
G-Dragon. (Instagram)

LombokPost – Ikon K-pop, G-Dragon, tengah menjadi sorotan tajam setelah penampilannya dalam acara K-Spark in Macau pada 2 Mei 2026 memicu kontroversi soal rasis.

Artis asuhan Galaxy Corporation ini menuai kritik keras lantaran mengenakan kostum panggung yang dianggap mengandung kata-kata ofensif dan merendahkan ras tertentu.

G-Dragon tampil di Macau Outdoor Performance Venue mengenakan atasan panjang yang dilapisi jaket pendek.

Namun, perhatian publik tertuju pada tulisan di kausnya yang berbunyi: “RONNY, EEN GEILE NEGER__ JONGEN”.

Baca Juga: Pecinta Drakor Merapat! Ini 7 Drama Korea Terbaru yang Siap Tayang Mei 2026

Penggunaan frasa tersebut memicu gelombang protes karena beberapa alasan teknis dan budaya.

Frasa “EEN GEILE” dalam bahasa Belanda dapat diartikan sebagai "terangsang secara seksual," yang dinilai tidak pantas dalam konteks panggung hiburan umum.

Istilah yang paling bermasalah adalah kata “NEGER”. Meski secara harfiah berarti "orang kulit hitam," istilah ini telah lama diakui secara global sebagai sebutan yang merendahkan, ofensif, dan bersifat rasis, sehingga sangat dihindari dalam penggunaan formal maupun harian.

G-Dragon mengenakan pakaian tersebut secara mencolok di hadapan ribuan penonton, yang segera memicu reaksi negatif dari penggemar internasional dan pemerhati budaya.

Baca Juga: Pemprov NTB dan Pertamina Siapkan Skema Pangkalan Elpiji Berbasis Bumdes

Menanggapi situasi yang memanas, Galaxy Corporation selaku agensi G-Dragon merilis pernyataan resmi pada 3 Mei 2026. Pihak manajemen mengakui adanya kelalaian dalam pemilihan gaya busana sang artis.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas penyertaan kata-kata pada pakaian panggung artis yang tidak pantas dalam konteks sosial dan budaya,” tulis perwakilan agensi dalam pernyataan resminya.

Agensi menekankan bahwa insiden ini menjadi pengingat krusial akan pentingnya kesadaran budaya di industri musik global.

Galaxy Corporation berjanji akan melakukan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Dracin Terbaik Dilraba Dilmurat yang Wajib Masuk Watchlist Selain Love Beyond the Grave

Agensi bakal memperketat prosedur internal dalam meninjau kostum panggung artis serta memastikan standar yang lebih teliti dalam proses peninjauan visual dan teks pada busana artis.

Agensi G-Dragon juga memperkuat komitmen agensi dalam menghormati nilai-nilai dan latar belakang budaya yang beragam dari seluruh penggemar di dunia.

Pihak agensi menutup pernyataan tersebut dengan menyatakan penyesalan mendalam atas kekhawatiran dan kekecewaan yang dirasakan oleh publik.

Baca Juga: Konsistensi dan Digitalisasi Kunci UMKM Tembus Pasar Global

Editor : Akbar Sirinawa
#kontroversi ras #kostum panggung #rasis #g-dragon #kritik