LombokPost - Grup musik Sheila on 7 (So7) merilis single baru berjudul Sederhana tepat di hari jadinya yang ke-30 pada Rabu (6/5) lalu.
Lagu tersebut merupakan hadiah ulang tahun dari Duta, Eross, dan Adam untuk para Sheilagank, penggemar mereka.
“Karena tahun ini nggak ada agenda apa-apa, jarang juga bikin sesuatu untuk anniversary. Jadi, Sederhana kami persembahkan sebagai kado istimewa,” kata Duta saat konferensi pers di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Aksi Panggung The Sensi Band, Buat Suasana Alun-alun Gerung Mirip Jalan Malioboro Yogyakarta
Sederhana diciptakan oleh Eross. Lalu, disempurnakan berkat kerja sama para personel.
“Dia nanya ke saya dan Adam gimana lirik dan segala macamnya. Akhirnya kami bahu membahu bikin lagu ini jadi utuh,” tutur Duta, yang bernama lengkap Akhdiyat Duta Modjo itu.
Sederhana mengangkat tema tentang kehidupan manusia yang dipenuhi dengan problematika. Itu terjadi karena seseorang kesulitan membedakan antara memenuhi kebutuhan dan menuruti keinginan.
Produksi Sederhana sebenarnya telah rampung sejak 2024, berbarengan dengan Memori Baik. Proses mixing juga sempat dilakukan di Jepang. Namun, versi tersebut batal digunakan karena dianggap terlalu mirip dengan nuansa lagu Film Favorit.
“Cuma dengan segala macam pertimbangan akhirnya kami mixing dan mastering lagi di Jogja,” ujar Duta.
Eross merancang rap pada bagian verse yang diberi sentuhan nada oleh Duta dan Adam agar nuansanya sama seperti lagu So7 yang lain.
Baca Juga: Hak Cipta Nuansa Bening Berakhir, Keenan Nasution Cabut Kasasi di Mahkamah Agung
Para personel berharap, adanya rap dan sentuhan khas So7 memberikan sensasi baru yang lebih segar sekaligus sentuhan nostalgia bagi para penikmat musik So7. Sederhana merupakan lagu kedua So7 yang menghadirkan unsur rap setelah lagu Pemuja Rahasia (2004).
Ide Muncul dari Momen Pandemi
Pandemi menjadi pemantik utama tercetusnya ide kreatif lagu Sederhana. Pemasukan yang berkurang membuat sejumlah musisi harus mengubah gaya hidupnya.
“Vibes-nya datang waktu pandemi. Banyak teman musisi yang harus merelakan alat-alat yang sebenarnya mereka tidak terlalu butuh untuk dijual,” jelas Eross.
Di sisi lain, kondisi itu, membuat Eross menjadi lebih kritis dalam membeli sesuatu. Dia juga memilih untuk membeli sesuatu bukan cuma berdasarkan hobi. Barang yang dibeli harus selaras dengan pekerjaan yang ditekuni dan memiliki nilai investasi.
“Saya beruntung hobi main gitar dan kerja di musik juga. Saya berpikir instrumen itu investasi, jadi seakurat mungkin saya beli barang yang value-nya tidak turun,” tutur Eross.
Senada dengan Eross, Duta juga menyebut bahwa pandemi telah mengajarkannya banyak hal. Bapak dua anak tersebut mengaku beruntung memiliki gaya hidup sederhana yang membuatnya tidak mengalami kesulitan saat masa pandemi.
So7 tidak hanya dikenal sebagai band legendaris karena lagu-lagu populernya. Gaya hidup sederhana para personelnya juga menjadi daya tarik. “Saya sering ngobrol sama Adam. Ternyata cara hidup yang kami pilih selama ini dengan nggak ikutin orang lain itu yang menyelamatkan kami. Nggak cuma nyelametin diri sendiri, tapi bisa berbuat untuk orang lain,” jelas Duta. (shf/len/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online