Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Foto Kaos Simbol Konfederasi di Kecam Publik, Mark Eks NCT Minta Maaf

Yuyun Kutari • Kamis, 25 Juni 2026 | 00:25 WIB
Foto Mark eks NCT (kanan) saat mengenakan kaos bergambar bendera Konfederasi yang memicu sorotan dan kritik tajam. (IST/LOMBOK POST)
Foto Mark eks NCT (kanan) saat mengenakan kaos bergambar bendera Konfederasi yang memicu sorotan dan kritik tajam. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Mantan anggota NCT, Mark, menyampaikan permintaan maaf setelah menuai kontroversi akibat foto dirinya mengenakan kaos bergambar bendera Konfederasi Amerika Serikat yang diunggah oleh label barunya, Upper Room.

Kontroversi tersebut mencuat pada 23 Juni lalu, ketika Upper Room membagikan sejumlah foto promosi Mark.

Baca Juga: Lima Tim yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Dalam salah satu foto, penyanyi tersebut terlihat mengenakan kaos vintage yang menampilkan simbol bendera Konfederasi, yang selama ini kerap dikaitkan dengan sejarah perbudakan, rasisme, dan diskriminasi di Amerika Serikat.

Unggahan tersebut langsung memicu kritik dari publik dan penggemar. Menanggapi hal itu, Upper Room merilis pernyataan resmi yang berisi permohonan maaf serta penjelasan terkait penggunaan pakaian tersebut.

Dalam keterangannya, pihak label menyebut kaos yang dikenakan Mark dipilih semata-mata sebagai bagian dari busana bergaya vintage.

Namun, setelah menyadari makna historis dan sensitivitas yang melekat pada simbol tersebut, mereka berupaya memastikan gambar itu tidak lagi terlihat dalam konten resmi.

Baca Juga: Jeongyeon TWICE Dirumorkan Hengkang dari JYP, Lagi Tahap Negosiasi Masuk VARO Entertainment, Agensi Byeon Woo Seok

Meski demikian, foto tersebut terlanjur beredar di luar kanal resmi dan simbol pada kaos tetap terlihat oleh publik. Upper Room mengakui bahwa persoalan ini seharusnya ditangani dengan lebih cermat dan berhati-hati.

"Kami bertanggung jawab penuh atas kelalaian ini," tulis pihak label.

Upper Room juga menegaskan bahwa mereka maupun Mark menolak segala bentuk rasisme, kebencian, diskriminasi, dan intoleransi.

Mereka mengaku memahami kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat serta menyesalkan dampak yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

Selain menyampaikan permintaan maaf, label tersebut mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan kritik dan masukan.

Baca Juga: Jaga Konektivitas Wilayah, Dinas PUPRPKP NTB Tangani Titik Longsor di Lombok Barat

Sebagai langkah perbaikan, Upper Room berjanji akan memperketat prosedur peninjauan internal, khususnya terkait pemilihan busana dan proses persetujuan konten sebelum dipublikasikan.

"Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa terluka, tersinggung, atau kecewa akibat situasi ini. Ke depan, kami berkomitmen untuk bertindak dengan tanggung jawab, kesadaran, dan kehati-hatian yang lebih besar," demikian pernyataan Upper Room.

Editor : Akbar Sirinawa
#Upper Room #nct #Amerika Serikat #mark #kontroversi