Jadi Produser Film Anak-Anak Bambu, Sempat Alami Tekanan Psikologis hingga Sakit Fisik

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:26 WIB
Elma Theana (IG)
Elma Theana (IG)

LombokPost - Puluhan tahun menjajaki dunia seni peran, Elma Theana akhirnya menjajal bidang di balik layar.

Untuk kali pertama, dia mengemban jabatan sebagai produser di film Anak-Anak Bambu.

Elma menceritakan beratnya beban tanggung jawab seorang produser. Sebab, dia harus turun tangan menangani dan memantau seluruh kebutuhan produksi.

Baca Juga: Menegangkan! Teror Makhluk Asing dalam Film HOPE Siap Pacu Adrenalin, Tayang 15 Juli 2026

Termasuk kelancaran selama proses penggarapan berlangsung, mulai dari pra-produksi hingga pasca produksi. 

"Karena semua tertuju kepada saya, apa pun itu. Biasanya cuma datang, syuting. Terus tiba-tiba harus ngurusin semuanya," kata Ea saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.

Bahkan, dia juga ikut membantu mengurus tamu undangan di momen gala premiere dan mengatur tempat duduk mereka agar tidak terjadi penumpukan.

Baca Juga: Viral di Vietnam, Film Horor Phi Phong The Blood Demon Siap Teror Bioskop Indonesia, Tayang Mulai Hari Ini

"Karena itu tamu-tamu saya, jadi memang saya yang harus handle langsung. Saya ingin memberikan yang terbaik buat semua teman-teman yang hadir," ujar Elma. 

Aktris berusia 51 tahun itu tak memungkiri profesi barunya itu membuat dirinya sempat mengalami tekanan psikologis hingga sakit fisik. "Luar biasa, ya. Kepala saya pusing, benar-benar sampai agak stress ngurusin semuanya," papar dia. 

Film Anak-Anak Bambu merupakan proyek debut garapan rumah produksi Theana Pictures. Film ini menampilkan Ayusitha, Irgi Fachrezi, Sony Septian, Fairuz A Rafiq, Muhammad Adhiyat, dan Indra Birowo. 

Baca Juga: Sinopsis Film Horor ‘Cerita Lila’, Kisah Tragis Arwah Anak Kembar dan Rahasia Kelam Masa Lalu

Dyan Sunu Prastowo didapuk sebagai sutradara dalam film yang dijadwalkan tayang pada Kamis (23/7) mendatang itu. Mengusung drama keluarga, film Anak-Anak Bambu mengisahkan tentang perjuangan para penghuni panti asuhan. 

Bangunan sederhana yang diisi oleh banyak anak yatim piatu itu terancam dijual dan digusur. Mereka harus berjuang mempertahankan tempat tinggal sekaligus tempat berlindung mereka sejak lama itu. (shf/len/JPG/r3) 

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
balik layar gala premiere Film psikologis produser