Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masyarakat Tak Boleh Hanya Jadi Penonton!

Administrator • Rabu, 13 Maret 2019 | 11:49 WIB
Yek Agil
Yek Agil

MATARAM-Sirkuit Mandalika Lombok yang akan menggelar MotoGP membutuhkan tenaga kerja 7.000 orang. Jumlah itu sangat fantastis. Tapi bila angkatan kerja tidak disiapkan, siap-siap anak muda NTB hanya akan menjadi penonton di daerah sendiri.


"Kita tidak mau kalau warga kita hanya jadi penonton," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB Yek Agil, kemarin (12/3).


Lapangan kerja yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan putra putri daerah. Karenanya, mulai saat ini pemerintah harus menyiapkan tenaga kerja agar siap mengisi lowongan kerja yang dibutuhkan nanti. "Kalau tidak disiapkan dari sekarang nanti telat," kata politisi PKS itu.


Namun ia juga meminta agar PT ITDC dan penyelenggara MotoGP memberikan informasi yang jelas terkait kebutuhan tenaga kerja, tenaga apa saja yang diperlukan, standar kualitas, dan kemampuan yang harus dimiliki. Sehingga pemerintah punya gambaran sejak awal terkait tenaga yang disiapkan. "Kita minta pengelola KEK Mandalika memberikan data dan didiskusikan dengan pemerintah," ujarnya.


Dewan mendukung penuh program pelatihan dan pendidikan bagi tenaga kerja. Mereka bisa membantu penyediaan anggaran untuk pelatihan-pelatihan. "Kami ingin peluang ini dimanfaatkan secara maksimal," katanya.


Terkait hal itu, Gambar NTB H Zulkieflimansyah setuju. Tugas pemerintah memang menyiapkan tenaga kerja untuk lowongan itu. Jangan sampai dibutuhkan 7.000 tenaga, NTB justru kaget tidak bisa memenuhinya. Sebab jumlah itu sangat banyak. "Kami serius betul, makanya saya minta pak sekda jadi ketua tim untuk mengawal pembangunan Sirkuit Mandalika," katanya. (ili/r7)

Editor : Administrator
#NTB