MATARAM-Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menetapkan Pulau Sumbawa sebagai daerah wabah rabies. Artinya penyakit rabies menyebar luas dan menjangkiti banyak orang di Pulau Sumbawa. Dengan status itu pula, pemprov kini bisa mengajukan dana tidak terduga untuk penanganan bencana non alam.
"Kami mengajukan dana satu koma sekian muliar rupiah," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Hj Budi Sepetiani, kemarin (19/3).
Pihaknya akan berkoordinasikan dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB untuk pengajuan dana tersebut. Dengan dana itu, pemprov bisa membantu kabupaten terdampak, baik berupa vaksin, sosialisasi dan semua bentuk penanganan di lapangan. "Termasuk untuk pengendalian dan vaksinasi daerah yang belum terkena rabies," katanya.
Dengan status wabah itu, bantuan dari pusat akan lebih banyak. Namun di sisi lain, status wabah juga akan berdampak negatif bagi pariwisata. Karena itu, ia berharap semua pihak mendukung upaya yang dilakukan pemerintah agar rabies bersih dari NTB. "Upaya penanganan terus kita lakukan," katanya.
Ia menegaskan, status wabah hanya berlaku di Pulau Sumbawa. Sementara Pulau Lombok masih tetap steril dari kasus rabies. "Jadi bukan NTB ya tapi Sumbawa saja," katanya.
Data terakhir menunjukkan, korban gigitan hewan penular rabies (HPR) mencapai 1.011 orang. Bertambah dari sebelumnya hanya 958 orang per 10 Maret lalu. Tersebar di Kabupaten Sumbawa Barat korban gigitan 9 orang, Kabupaten Sumbawa 69 orang, dan Kabupaten Dompu 839 orang.
Kemudian di Kabupaten Bima 48 orang, dan Kota Bima tujuh warga jadi korban gigitan. Sementara di Kota Mataram 17 orang digigit, Lombok Barat tiga orang, Lombok Utara 15 orang, dan Lombok Timur empat orang korban gigitan.
Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhadini Eka Dewi menambahkan, vaksinasi juga terus dilakukan terhadap korban gigitan. Tujuannya agar warga terhindar dari penularan rabies. Mereka yang digigit belum tentu rabies, tetapi divaksin untuk mengantisipasi mereka terkena rabies.''Kemenkes juga sudah memberikan kita juga vaksien''', ujarnya.[ilir/ r7]
Editor : Administrator