Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Illegal Logging Hantui Tambora

Administrator • Selasa, 25 Juni 2019 - 09:50 WIB
KAWASAN TAMBORA: Hamparan padang savana dan pegunungan menjadi salah satu pemandangan yang menarik di kawasan Tambora.
KAWASAN TAMBORA: Hamparan padang savana dan pegunungan menjadi salah satu pemandangan yang menarik di kawasan Tambora.

MATARAM-Meski ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia, kawasan hutan Gunung Tambora belum bebas dari illegal logging. Karena aksi penjarahan hutan masih terjadi. Baik dalam skala besar maupun kecil.


Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Tambora Murlan Dameria Pane mengakui, hal itu menjadi tantangan ke depan. Tapi pemerintah tidak diam.


Khusus illegal logging, pihaknya berupaya melakukan perlindungan sesuai kewenangan BTN Tambora. Mereka berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Kelompok Pengelola Hutan (KPH), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, kepolisian serta pemerintah daerah setempat. ”Kami mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga kelestarian Tambora,” jelasnya, saat dihubungi via telpon, kemarin.


Sosialisasi tersebut khusus dilakukan di wilayah penyangga kawasan taman nasional. Harapannya, generasi muda lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian Taman Nasional Tambora.


Selain itu, BTN Tambora melakukan konservasi keanekaragaman hayati, pengamanan dan perlindungan kawasan. Melakukan pengelolaan hutan dengan pola kemitraan, pemanfaataan wisata alam, dan hutan untuk edukasi.


Terpisah, Sekretaris Dinas LHK NTB Syamsuddin menjelaskan, penebangan liar di kawasan Tambora masih ada. Meski beberapa pelaku sudah ditangkap, truk-truk pengangkut kayu juga disita. ”Selalu saja ada upaya dari pelaku mengelabui petugas,” katanya, saat ditemui di kantor gubernur NTB, kemarin (24/6).


Setelah menjadi cagar biosfer dunia, tugas daerah semakin berat. Semua pihak harus terlibat menjaga kelestarian alam di kawasan Tambora. Selain LHK, keterlibatan BTN Tambora dan pemda sangat penting. Dinas Pariwisata juga bisa mengambil peran dari sisi pengembangan kawasan pariwisata. Penduduk lokal juga diberdayakan agar mereka ikut menjaga. ”Semua kita harus terlibat,” imbuhnya.


Murlan Dameria menambahkan, cagar biosfer merupakan suatu kawasan perlindungan ekosistem daratan yang diakui UNESCO. Hal itu penting untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dan alam (man and biosfer).


Ada beberapa keuntungan menjadi cagar biosfer, yakni konservasi ekosistem dan plasma nutfah. Meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan baik secara ekologi maupun budaya.


Setelah menjadi cagar biosfer, ke depan pengembangan penelitian, pendidikan dan pelatihan akan semakin banyak dilakukan. Baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun global.


Cagar biosfer di dunia membentuk jaringan dunia, sehingga mempermudah promosi Tambora ke dunia internasional. Dengan kata lain, status biosfer akan berdampak positif dalam aspek pariwisata, ekonomi, dan ilmu pengetahuan. ”Penetapan cagar biosfer oleh UNESCO merupakan pengakuan dunia,” tandasnya. (ili/r5)

Editor : Administrator
#NTB