Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiba dari Pulau Jawa, Ratusan Santri asal NTB Langsung Dikarantina

Administrator • Jumat, 3 April 2020 | 13:25 WIB
PERKETAT PENGAWASAN: KKP Mataram kini mulai melakukan pengawasan di Pelabuhan ASDP Lembar. Menyusul berita mengenai warga asing yang meninggal di Bali akibat virus korona.
PERKETAT PENGAWASAN: KKP Mataram kini mulai melakukan pengawasan di Pelabuhan ASDP Lembar. Menyusul berita mengenai warga asing yang meninggal di Bali akibat virus korona.

MATARAM—Kamis (2/4) pagi kemarin, sebanyak 360 orang santri Pondok Pesantren di  Sukorejo, Sitobondo tiba di Lombok. Mereka datang melalui Pelabuhan Lembar, pukul 07.15 Wita. ”Dari Lombok Tengah dan Lombok Timur pertama sebanyak 240 orang,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik, kemarin.


Untuk mencegah penyebaran Covid 19, santri yang baru tiba langsung dijemput  Pemda masing-masing, kecuali yang dari Pulau Sumbawa. Mereka ditampung sementara di Wisma Nusantara. ”Di sana dilakukan pengecekan kesehatan,” jelasnya.


Setibanya di pelabuhan, suhu tubuh mereka dicek dan dipisah berdasarkan daerah asal. ”Yang batuk pilek panas, tidak dikasi pulang tapi diisolasi pemkab masing-masing,” jelasnya.


Santri yang masuk orang tanpa gejala (OTG) diserahkan ke orang tua dan diminta isolasi mandiri di rumah.  ”Tapi  tetap dilakukan pemeriksaan petugas kesehatan,” jelasnya.


Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia menambahkan, pemeriksaan kesehatan dilakukan KKP Mataram dan Dinas Kesehatan NTB. Mereka yang turun dari kapal diberikan Health Alert Card (HAC). ”Kalau dulu hanya orang asing kita kasi, sekarang semua yang datang dari luar daerah harus punya HAC,” katanya.


Dengan pemeriksaan kesehatan di pelabuhan, mereka kemudian dipisah dalam kelompok orang dalam risiko (ODR) dan ODP. ”Yang ODR dia pulang tetapi dia harus isolasi diri,” ujarnya.


Mereka dibekali kartu isolasi mandiri untuk ditempel di rumahnya. Kartu itu berfungsi sebagai permakluman bagi warga yang lain, bahwa ada orang baru pulang dari luar daerah dan harus isolasi untuk sementara. ”Dipantau aparat desa, Babinsa dan lainnya,” katanya.


Semenatra mereka yang sakit atau suhu tubuhnya tinggi dimasukkan ke dalam ODP. ”Mereka masuk karantina terpusat di masing-masing daerah,” jelasnya.


Seperti 75 orang santri yang datang dari Jepara sebelumnya, 32 orang masuk ODP, sisnya ODR. ”Mereka dibawa ke Asrama Haji NTB,” katanya.


Bayu menyebut, lokasi karantina di tiap kabupaten/kota antara lain, Kota Mataram di Wisma Nusantara.  Kabupaten Lombok Barat di SKB Gunung sari, Kabupaten Lombok Tengah di rumah mutiara dekat bandara.


Kemudian Kabupaten Lombok Timur di rumah susun Labuhan Lombok. KLU menyiapkan RSUD Darurat Tanjung. Kabupaten Bima di RS Sondosia dan Rusunawa Samili, Kecamatan Woha, Kota Bima  di Pantai Lawata dan RS Kota Bima, dan Sumbawa di RS Manambai. ”KSB dan Dompu masih menyiapkan,” katanya.


Perlakuan yang sama diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali. Baik penumpang yang lewat bandar udara, darat, dan laut. ”Bukan hanya rombongan TKI, santri, jamaah, pokoknya semua orang,” tandasnya. (ili/yun/r6)

Editor : Administrator
#Virus Korona #santri