Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Korona Terus Meningkat, NTB Naik Status Jadi Tanggap Darurat

Administrator • Selasa, 14 April 2020 | 15:07 WIB
H Lalu Gita Ariadi
H Lalu Gita Ariadi

Pemprov NTB meningkatkan status bencana non alam Covid-19 menjadi Tanggap Darurat. Status ini berlaku 14 hari ke depan hingga 28 April. Status ini menandatakan penyebaran virus Korona di NTB berpotensi meluas dengan lebih dari satu cluster.


”Akan diperpanjang sesuai kondisi dan perkembangan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas NTB, kemarin (13/4).


Peningkatan status kata Gita, dilakukan sebagai upaya percepatanpenanganan pandemi Covid-19.Lebih terpadu, komprehensif, dan melibatkan seluruh perangkat daerah,” jelasnya.


Seluruh pemda kabupaten/kota di NTB akan dikerahkan. Standar penanganan sesuai SOP masa tanggap darurat juga diberlakukan.  ”Kami telah menyiapkan program selama masa tanggap darurat,” katanya.


Program itu antara lain, pemenuhan kebutuhan penanganan kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19. ”Tenaga medis dan surveilans akan ditambah,” jelasnya.


Selain itu, kebutuhan laboratorium dan pendistribusian alat pelindung diri (APD) paramedis di RSUD dan puskesmas digencarkan. ”Ini untuk mempercepat penanganan PPTG, OTG dan ODP di tingkat desa,” jelasnya.


Rencana kepulangan 2.000 orang pekerja migran Indonesia asal NTB juga harus diantisipasi. Sehingga kebutuhan APD harus dipastikan tercukupi.


Program lainnya, penanganan dampak sosial ekonomi dilakukan secara komprehensif. ”Kebutuhan pangan masyarakat terdampak ditangani pemerintah,” jelasnya.


Peningkatan status dilakukan karena sudah tujuhklastersumberpenyebaranCovid-19. Ketujuh klaster ituyaitu klaster Gowa, klaster Bogor,klaster Jakarta,klaster Sukabumi,klaster Bali,klaster luar negeri/pekerja kapal pesiar,dan klaster transmisi lokal.


Kasus positif Covid-19 paling banyak dari klaster Gowa dengan 10 kasus,” ungkapnya.


Jumlah itu berpotensi bertambah, sebab dari 750 orang yang pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan, 369orangtelahdipemeriksa melalui rapid test. Hasilnya 16,5 persen menunjukkan reaktif. Itu berarti sedikitnya 60 orang berpotensi positif terkena virus Korona. Sedangkan sisanya non reaktif, atau berpotensi negatif.


”Untuk mendapatkan hasil yang valid akan diuji sampel swab di laboratorium RSUD NTB dan Rumah Sakit Unram,” terang Gita.


Untuk menghindari penularan lebih luas, semua warga yang pulang dari daerah terjangkit diminta disiplin mengisolasidiri. Meningkatkankesadaranmenjagakeselamatandiri,keluarga danmasyarakatluas.Jujur memberikan informasi dan melaporkan diri kepada petugas medis,” imbuhnya.


Gubernur NTB juga telah memperpanjang layanan belajar di rumah sampai 27 April. ”Kami harap orangtua membimbing dan mengawasi putra putrinya,” harap Gita.(ili/r6r2)

Editor : Administrator
#Virus Korona #H Lalu Gita Aryadi #Pemprov NTB