Dalam kunjungan itu, ia memberikan sosialisasi penggunaan masker, sekaligus membagikan paket bantuan. ”Sebagai organisasi kewanitaan kami mendukung upaya pemerintah mensejahterakan lansia dan anak,” katanya.
Menurutnya, di masa pandemi Covid-19, penghuni BSLU Mandalika harus menjadi fokus perhatian pemeritah. ”Panti-panti sosial kita termasuk organisasi yang terkena pemotongan anggaran,” katanya.
Ia berharap, elemen masyarakat yang lain mau membantu memperhatikan kondisi penghuni panti. Sebab mereka kelompok masyarakat rentan yang tidak berdaya, segala kebutuhan harus disiapkan pemeritah. ”Lansia dan anak terlantar adalah bagian dari masyarakat kita juga,” katanya.
Kepala BSLU Mandalika Hj Gustini Widyaningsih berharap, dana dana BSLU tidak kena pemangkasan. ”BSLU menyangkut hajat hidup orang banyak, kalau bisa untuk BSLU dikembalikan dananya ke DPA,” harapnya.
Sementara itu, di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Paramita Mataram, Niken memberikan motivasi kepada pengurus balai agar tetap semangat mengurus anak-anak di tempat itu.
PKK NTB juga memberikan bantuan bagi anak-anak serta bayi yang ditampung di sana. ”Mudah-mudahan mereka segera mendapatkan keluarga yang bisa memberikan kasih sayang,” harapnya.
Ia berharap anak-anak itu tumbuh menjadi anak yang baik. ”Kelak mereka diharapkan memiliki kemandirian secara ekonomi,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB Hj Putu Selly Andayani menambahkan, masyarakat NTB harus ikut memberikan kasih sayang kepada anak-anak di balai itu. ”Mereka juga butuh kasih sayang dan penerimaan dari lingkungan sekitar sangat membantu proses rehabilitasi,” katanya. (ili)
Editor : Administrator