Minggu (17/5) kemarin kerumunan terlihat di toko-toko baju kawasan Jalan Panca Usaha, Cakranegara hingga mal. Anggota Satpol PP masuk ke toko memberikan imbauan, namun kerumunan tidak bisa dihindari. Sebagian warga menggunakan masker, namun physical distancing sulit diterapkan.
”Saya sudah beri konsep ke pimpinan kalau mengizinkan buka physical distancing harus ketat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi.
Dengan physical distancing, orang yang berbelanja seperti antre di bank atau di rumah sakit. ”Pemilik toko sudah buat pernyataan kok,tinggal diingatkan dan diatur dengan tegas,” kata Eka.
Ia mengingatkan, warga harus meningkatkan kewaspadaan sebab penularan lokal semakin banyak di Kota Mataram. Dalam kasus transmisi lokal sangat sulit melacak siapa pembawa virus.
Kondisi saat ini berbeda dengan periode awal, dimana pasien bisa dilacak berdasarkan klaster-klaster. ”Ini menjadi peringatan bagi kita untuk terus waspada,” katanya.
Jika warga tidak taat mengikuti protokol pencegahan Covid-19, upaya memutus mata rantai penularan virus akan semakin berat.
Ia juga memberikan peringatan kepada para pengusaha. Mereka diizinkan membuka tempat usaha, tapi harus tetap patuh pada protokol Covid-19. ”Diatur. Orang yang berbelanja jumlahnya terbatas, mereka masuk bergiliran,” katanya.
Demikian pula dengan pedagang-pedagang di pasar, harus tetap diatur. ”Ini semua demi keselamatan bersama,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi meminta, pengelola toko memberlakukan pengaturan saat pembali masuk toko. ”Pastikan pengujung menggunakan masker, mengatur jarak pengunjung, menyediakan tempat cuci tangan,” katanya.
”Kalau ada pengunjung yang ngak pakai masker mestinya tidak dilayani atau dilarang masuk,” katanya.
Enam Kasus Baru, 13 Sembuh
Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di NTB sudah mencapai 371 orang, 232 orang diantaranya sembuh, tujuh meninggal dunia, dan 132 orang masih dirawat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan swab 271 sampel di tiga laboratorium NTB, 250 sampel negatif, 15 sampel ulangan positif, dan enam positif kasus baru. Dari enam kasus baru, empat diantaranya usia anak-anak.
Keempat anak remaja itu merupakan santri yang datang dari Magetan, Jawa Timur. Keempatnya sama-sama dari Kabupaten Sumbawa. ”Saat ini mereka menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik,” kata dr Eka.
Satu lagi, pasien 368, inisial S, laki-laki, 20 tahun, warga Desa Labuan Burung, Kecamatan Buer, Sumbawa. Pasian ini juga pernah melakukan perjalanan ke Magetan, Jawa Timur.
Kemudian satu lagi, pasien 371, B, 22 tahun asal Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Ia tidak pernah ke daerah terjangkit, tapi kontak erat dengan pasien Covid-19.
Dengan data itu, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh jauh lebih besar dibandingkan yang masih sakit. Meski demikian, dinas kesehatan tetap mengingatkan soal kewaspadaan.
Potensi penambahan kasus masih sangat besar. Hal itu terlihat dari jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 mencapai 4.870 orang. 1.922 orang diantaranya sudah selesai pemantauan. (Ili/r2) Editor : Administrator