"Kami sebagai perusahaan penyedia jasa penyeberangan nasional, memastikan pelayananan di Selat Lombok sudah memenuhi seluruh ketentuan kesehatan dan keselamatan yang berlaku," kata Manager Cabang PT DLU Cabang Lembar Listyono Dwitutuko pada media, Senin (1/6).
Ia menjelaskan, kesiapan PT DLU sebetulnya bukan saja karena ada wacana pemerintah akan memberlakukan kenormalan baru tatanan kehidupan. Tetapi jauh sejak terdeteksinya virus Covid-19 di Indonesia sudah menerapkan SOP sesuai kondisi. "Standar operasional dalam pelayanan kami lakukan cukup ketat," tuturnya.
Baik itu dari kesiapan sisi SDM, armada, dan pelayananan. Dari sisi SDM misalnya, PT DLU mengikuti anjuran pemerintah mengantisipasi penularan virus Korona dengan memperkuat imunitas karyawan.
Perusahaan telah melaksanakan program kepada seluruh karyawan di lintasan penyeberangan, dari kantor pusat, kantor cabang, dan seluruh crew kapal, diharuskan mengkonsumsi ramuan herbal setiap dua hari sekali. Ramuan herbal terdiri dari jahe, kunyit, daun sirih, madu putih, dan kuning telur ayam kampung dijadikan satu ramuan.
“Seluruh karyawan mengkonsumsinya. Baik crew darat, crew kapal, maupun kantor pelayanan,” terangnya.
Selain itu, setiap harinya karyawan diharuskan mengkonsumsi vitamin C dan E. Setiap seminggu dua kali, perusahaan juga memberikan jus buah terdiri dari buah pepaya, tomat, jeruk (lemon), madu putih, dicampur menjadi jus dan diminum rutin.
“Seluruh karyawan juga harus rutin jemur dibawah sinar matahari pukul 10.00 selama 15 menit. Baik di kantor maupun crew kapal, tidak ada pengecualian jemur karena jemur ini untuk manfaat sinar ultraviolet dan meningkatkan kesehatan daya imun tubuh,” ujarnya.
Yang tak kalah wajib adalah penggunaan masker seluruh karyawan. Baik pada saat berdinas, maupun beraktivitas lain diluar rumah. Saat beraktivitas dilapangan, baik kru darat maupun kru kapal, khususnya yang berhadapan langsung dengan pelanggan (penumpang), diharuskan menggunakan kaca pelindung wajah, masker, sarung tangan. Mencuci tangan juga dijadikan keharusan. Perusahaan menyediakan wastafel di titik-titik strategis. Kepada karyawan, kepada tamu, maupun kepada penumpang kapal. Pengecekan suhu tubuh wajib dilakukan sebelum masuk kantor atau sebelum memulai beraktivitas. "Pengecekan suhu tubuh berlaku tanpa kecuali," tambahnya.
Untuk kesiapan kantor cabang dan kapal, setiap hari minimal satu kali dilakukan penyemprotan disinfektan. Di kantor cabang, penyemprotan dilakukan sebelum aktivitas pekerjaan kantor dilakukan setiap pagi. Kemudian di kapal, sebelum dioperasikan, kapal disemprot disinfektan. Akhir dari kegiatan operasional pun, penyemprotan kembali dilakukan.
Untuk kapal yang beroperasi tiga trip, saat penumpang turun, kapal disemprot disinfektan, kemudian menunggu beberapa menit sebelum penumpang berikutnya dipersilahkan masuk kembali. Penyemprotan dilakukan diseluruh bagian kapal. Kegiatan ini setiap hari harus dilakukan.
“Kalau kapal cuma sekali jalan, sebelum beroperasi disemprot disinfektan, setelah selesai beroperasi, semprot lagi dan kapal diistirahatkan,” jelas Listyono.
Saat diberlakukan kenormalan baru, perusahaan juga tetap menerapkan standar kesehatan. Pembatasan tempat duduk antar penumpang. Baik diruang penumpang maupun ruang lesehan (penumpang ekonomi duduk dan ekonomi tidur), diberikan jarak minimal satu meter. Dengan memberi tanda silang pada setiap jarak agar tidak diisi.
“Sosial distancing dan pembatasan penggunaan kursi sudah dilakukan di kapal,” imbuhnya.
Diatas kapal, tenaga dan kebutuhan medis disiapkan. Bila mana ada potensi penumpang kapal yang mengalami sakit. Penanganannya menggunakan standar penanganan pasien Covid-19. Tenaga medis menggunakan baju hamzat, obat-obatan, masker medis, tabung oksigen, tandu.
Selain itu, imbauan dan edukasi diatas kapal juga tak luput dilakukan. Demikian juga di kantor-kantor cabang. Edukasinya tentang Covid-19 dan cara pencegahannya, serta cara mencuci tangan yang baik.
Edukasi lainnya, berupa Safety News tentang Covid-19 dan imbauan melalui ruang informasi. Dimana penumpang di edukasi mengenai Covid-19 dan pemutaran video berisi edukasi langsung dari Direktur Utama PT DLU Erwin H Poedjono.
Edukasinya tentang Covid-19 dan bagaimana cara pencegahan penularan. Hal ini dilakukan sebagai kerja sama perusahaan dengan pemerintah untuk membantu pencegahan penularan Covid-19. “Secara umum, kesiapan kami diusahakan melebihi kesiapan yang dianjurkan pemerintah,” jelas Listyono.
Menurutnya, dengan kesiapan yang cukup optimal ini masyarakat tak usaha ragu menggunakan jasa penyeberangan laut yang dilayani oleh PT DLU. Untuk Penyeberangan Selat Lombok (Lembar-Padang Bai), PT DLU mengoperasikan tiga kapal yaitu KMP Dharma Rucitra III, KMP Dharma Fery VIII, dan KMP Dharma Fery IX. "Kapasitas umum penumpang 422 orang dan 40-50 kendaraan (roda 4)," kata dia (nur/r2)
Editor : Administrator