Sehingga total enam orang pedagang pasar positif di Mataram, sebelumnya dua orang di Pasar Mandalika dinyatakan positif.
Menindaklanjuti itu, Pemprov dan Pemkot Mataram akan melakukan uji swab terhadap 300 orang pedagang di Pasar Kebon Roek, Selasa pekan depan. Tes swab diperlukan untuk melakukan tracing mencari apakah ada pedagang lain yang terjangkit Covid-19.
”Ini baru Kebon Roek saja, belum ke pasar lain, kita lakukan bertahap,” jalas Kadikes NTB Nurhandini Ekadewi, Jumat (24/7).
Sebelum melakukan tes swab, saat ini mereka akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar warga bisa menerima.
”Mereka yang ditemukan positif akan kami isolasi supaya rantai penularan bisa kita putus,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan NTB H Fathurrahman menambahkan, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mencegah penularan virus di pasar tradisional. ”Lebih cepat aksi dari pemerintah untuk mencegah penularan,” jelasnya.
Ke-300 orang tersebut sudah didata dan diberi tahu oleh pengelola pasar. Ia berharap jumlah kasus Covid-19 di pasar tidak banyak. Sebab pasar merupakan salah satu objek vital saat ini untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pasar ditutup atau tidak tergantung hasil tes masal tersebut. Bisa jadi, jika kasusnya positif banyak pasar ditutup. Bisa juga penutupan dilakukan per blok atau ditutup sebagian.(ili/r6) Editor : Administrator