-------------------------------------------------------
PENEGASAN ini disampaikan Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho. Dia menegaskan, penyebaran Covid-19 di Lombok Tengah tak akan berhenti manakala masyarakat tidak disiplin dan patuh menerapkan protokol kesehatan. Itu sebabnya, tiada henti masyarakat di Gumi Tatas Tuhu Trasna diingatkan untuk selalu patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar.
AKBP Esty mengatakan, pencegahan penularan Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama. Kendati demikian, kepolisian berusaha memberikan contoh. Dengan harapan, warga mengikuti dan menjalankannya.
“Seperti penyempotan disinfektan,” katanya pada Lombok Post, kemarin (7/9).
Itu dilakukan secara rutin di seluruh wilayah. Salah satunya, jajaran Polsek Kopang. Kali ini, tidak saja menyasar pasar, masjid atau musala. Melainkan, lingkungan masyarakat. Tepatnya, di kampung-kampung di Desa Kopang Rembige. Katanya, itu sebagai langkah nyata menjaga rumah warga dan gang-gang rumah, jalan raya, dan fasilitas pendukung lainnya sehingga aman dari Covid-19.
Apalagi, bahan-bahan untuk penyemprotan disinfektan mudah didapatkan dan murah. Seperti cairan wipol, bayclin atau proclin. Tinggal kemauannya saja. “Kami juga sangat berharap masyarakat ikut mendukung,” kata Esty.
Bentuknya, bisa dengan berperan aktif menyediakan dan melakukan penyemprotan disinfektan, atau cukup dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Dengan cara rutin menggelar aksi gotong royong membersihkan sampah-sampah yang berserakan. Karena, kebersihan tidak saja dimiliki kampung-kampung sehat. Tapi, semua kampung di setiap desa dan kelurahan.
Apalagi, katanya bupati memerintahkan pemerintah desa dan pemerintah kelurahan menggelar lomba kampung sehat tingkat desa/kelurahan. Setelah itu, tingkat kecamatan. Kemudian tingkat kabupatan.
“Dalam mengatasi penyebaran Virus Korona ini, masyarakat diharuskan menjaga diri sendiri,” pesannya.
Dimulai dari menjaga kebersihan, menjaga kesehatan, menjaga jarak, menjaga aktivitas dan tetap memakai masker. Atau sebagaimana lima gerakan yang selama ini digalakkan bupati. Selebihnya masyarakat diharapkan tenang dan jangan panik.
Bhabinkamtibmas Desa Kopang Rembige Bripka Fathurrahman menambahkan, penyemprotan disinfektan bekerja sama dengan pemerintah desa dan warga. Kegiatan itu, sekaligus dikemas dalam bentuk sosialisasi, imbauan dan seruan tentang penanganan dan pencegahan Covid-19.
“Termasuk, menjaga kondusivitas daerah menjelang Pilkada dan Pilkades Desember mendatang,” katanya. Dia mengingatkan warga, menghindari kerumunan massa. Kalau pun ikut berkampanye atau diskusi politik, maka harus memperhatikan jarak berdiri dan jarak duduk. Kemudian tetap memakai masker.
Setelah itu, mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Bila perlu mandi dan pakaian yang dipakai langsung di cuci, jangan dipakai lagi. “Kalau semua kita mematuhi apa yang disampaikan pemerintah, maka Covid-19 ini pasti segera berakhir. Begitu pula sebaliknya,” tantangnya.
Terpisah, Kapolsek Praya Barat AKP I Made Mardiasa mengatakan, jajarannya kembali menggeral razia masker di jalan utama bandara. Kali ini, bagi yang tidak memakai masker ditegur dan diberikan masker gratis. “Tapi, kalau yang berkali-kali melanggar, kami berikan hukuman push up,” katanya. (dss/r6) Editor : Administrator