Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mulai 1 Januari 2021, Pendakian Rinjani Ditutup Tiga Bulan

Baiq Farida • Rabu, 16 Desember 2020 | 15:30 WIB
MANJAKAN PENDAKI: Balai TNGR menambah durasi dan kuota pendakian untuk Gunung Rinjani di awal Mei nanti. (Ivan/Lombok Post)
MANJAKAN PENDAKI: Balai TNGR menambah durasi dan kuota pendakian untuk Gunung Rinjani di awal Mei nanti. (Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Pendakian Gunung Rinjani ditutup mulai 1 Januari 2021. Penutupan dilakukan selama tiga bulan dengan pertimbangan kondisi cuaca.

"Untuk keselamatan pendaki juga. Akhir tahun sampai Maret, memang tidak direkomendasikan untuk mendaki," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Selasa (15/12/2020).

Dedy mengatakan, waktu pendakian selalu mempertimbangkan perkembangan cuaca yang dirilis BMKG. Disebutkan, Desember hingga tiga bulan pertama di 2021, terjadi fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan cukup tinggi.

Karena itu, ketika kondisi cuaca diperkirakan memburuk, Balai TNGR memutuskan untuk menutup pendakian. Penutupan dilakukan di empat pintu pendakian Gunung Rinjani. Sembalun dan Timbanuh di Lombok Timur; Senaru di Lombok Utara; dan Aik Berik di Lombok Tengah.

Penutupan pendakian terhitung dari 1 Januari 2021 hingga 31 Maret. Kata Dedy, pendaki yang ingin menaiki Gunung Rinjani diperbolehkan hingga 31 Desember. Namun, harus turun paling lama 2 Januari 2021. "Wajib untuk cek out di tanggal tersebut. Tidak boleh melebihi," tegasnya.

Penutupan pendakian yang dilakukan Balai TNGR diharapkan bisa memulihkan ekosistem. Terutama yang berada di jalur pendakian. Selain itu, memberikan kesempatan untuk petugas mengecek kondisi jalur. "Jadi kalau ada yang rusak bisa kita benahi," tuturnya.

Dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini, Dedy mengimbau agar pendaki selalu berhati-hati. Memperhatikan kondisi cuaca. Jangan memaksakan diri untuk mendaki ketika terjadi cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan deras.

"Persiapannya harus mantap. Apalagi pendakian di Desember ini berbeda kalau kita mendaki saat musim kemarau. Jangan lupa juga untuk sampahnya tetap dibawa turun," imbau Dedy.

Lebih lanjut, selain menutup jalur pendakian, Balai TNGR juga menutup destinasi wisata non pendakian. Ada empat lokasi yang ditutup lebih cepat, dimulai dari 18 Desember hingga 31 Maret 2021.

Antara lain, Air Terjun Jeruk Manis di Kecamatan Sikur, Lombok Timur; Air Terjun Mayung Polak di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur ; Air Terjun Mangku Sakti via Sajang di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur; dan Sambik Elen di Kecamatan Bayan,  Lombok Utara. (dit/r5) 

 

  Editor : Baiq Farida
#Balai TNGR #Penutupan Gunung Rinjani #Kepala Balai TNGR Dedy Asriani #Pendakian Rinjani