Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspadai Klaster Pilkada, di KPU NTB 16 Orang Positif Covid-19

Baiq Farida • Kamis, 17 Desember 2020 | 15:02 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI
MATARAM-Komisioner KPU hingga petugas kelompok penyelenggara pemilihan suara (KPPS) terjangkit covid-19. "Ini gelombang ketiga ada yang positif," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Rabu (16/12/2020).

Positif covidnya penyelenggara pilkada, terjadi di tiga bulan terakhir. Bahkan hampir terdapat di setiap kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada. Terakhir, yang terkena di dua pekan terakhir berasal dari KPU NTB serta Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Sebelum itu, penyelenggara pilkada di Kota Mataram sempat juga ada yang positif covid. Kemudian, kasus positif juga tejadi di Lombok Utara.

Untuk KPU NTB, dikes menyebut ada 16 orang yang telah dinyatakan positif. Dua di antaranya merupakan komisioner. Adapun sisanya bertugas sebagai staf KPU NTB. Dari jumlah tersebut sebanyak 8 orang masih menjalani perawatan dan 8 lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah. "Kalau di KSB itu ada sembilan orang," ungkapnya.

Mereka yang positif covid baru-baru ini, bukan bertepatan dengan hari pencoblosan. Melainkan beberapa hari sebelumnya. Terhitung dari kampanye terbuka hingga masa tenang. Apalagi sebelum hari pencoblosan, dilakukan tes cepat terhadap KPPS di tujuh kabupaten/kota. Hasilnya ada lebih dari 1.800 KPPS yang dinyatakan reaktif.

Setelah itu, petugas kesehatan menindaklanjuti dengan melakukan swab. Eka sendiri belum bisa memastikan berapa jumlah positif dari KPPS yang reaktif. Meski begitu, pertumbuhan kasus covid di NTB selama dua pekan terakhir, didominasi dari penyelenggara pilkada. Terutama KPPS.

“Yang positif belum kita jumlahkan total. Karena tiap hari nambah terus ini. Tapi, kalau dari pola-pola tes kita sebelumnya, biasanya yang positif itu 10 sampai 20 persen,” jelas Eka.

Kata Eka, banyaknya penyelenggara pilkada yang positif tak lepas dari risiko pekerjaan. KPU serta Bawaslu bisa saja sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Namun, selama proses persiapan menjelang hari pencoblosan, mereka bertemu dengan banyak orang. ”Protokol kesehatan harus jadi concern. Bukan sekadar kata-kata,” ucap Eka.

Lebih lanjut, dikes sudah melakukan tracing terhadap mereka yang kontak erat dengan penyelenggara pilkada positif covid. ”Tracingnya dari keluarga. Sebab, pas pencoblosan kan mereka sudah tidak bertugas karena diistirahatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan, protokol covid terus mereka jaga. KPPS yang sebelumnya reaktif, itu sudah diminta melakukan isolasi mandiri. ”Itu bagian dari upaya kita memastikan penyelenggaraan pilkada aman dari covid,” katanya, kemarin.

Meski pelaksanaan pilkada dilakukan di masa pandemi, tingkat partisipasi pemilih justru mengalami kenaikan. KPU NTB mencatat, partisipasi pemilih di Kabupaten Dompu sebanyak 93,58 persen; Sumbawa 82,42 persen; Kabupaten Bima 82 persen; Lombok Utara 88,2 persen; Sumbawa Barat 81,31 persen; Lombok Tengah 71,16 persen; dan Kota Mataram 67,2 persen.

”Ini Dompu, partisipasi pemilihnya menjadi rekor tertinggi selama pelaksanaan pilkada langsung di NTB. Ini tak lepas dari upaya KPU menerapkan protokol kesehatan untuk meyakinkan masyarakat,” beber Suhardi. (dit/r5)

  Editor : Baiq Farida
#Kepala Dikes NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi #Positif Covid-19 #Klaster Pilkada #KPU NTB