Mahally menuturkan, tiba di Polda NTB sekitar pukul 9.15 wita. “Saya bertemu dengan AKBP M Yunus Junaidi salah satu Kasubdit di Dirintelkam dan Kompol Lalu Sugiartha yang tanda tangannya tertera di dalam data beredar itu,” tuturnya, kemarin (28/12)/
Dari penjelasan mereka, Mahally mendapat kepastian data yang beredar hoax. “Data itu sangat meresahkan dan tegas dijawab bahwa data itu tidak benar,” tuturnya.
Ditegaskan pihak Dirintelkan Polda NTB, tidak memiliki data seperti itu. “Kata Kompol Lalu Sugiartha data itu hoax dan tanda tangan beliau di scan,” imbuhnya.
Jikapun ada data demikian maka yang tanda tangan bukan Kasubdit III Lakhar Dirintelkam Polda NTB. “ (Tetapi) langsung Pak Direktur,” kutipnya.
Mahally lantas menyampaikan harapan pada pihak Direktorat Intelkam Polda NTB mengklarifikasi data itu. Mengingat data yang beredar menggunakan kop Direktorat Intelkam Polda NTB. “Agar masalah ini tidak membias ke mana-mana, tidak merugikan kita bersama (yang dicatut mananya),” ujarnya.
Mahally menuturkan harapan itu telah disanggupi. “Dalam waktu dekat ini (akan ada konfrensi perss),” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya beredar data secara berantai berformat PDF melalui Whatsapps Grup (WAG). Data itu mengungkap lembaga pendidikan, organisasi, hingga organsasi kemahasiswaan yang pro dan kontra dengan FPI. Secara rinci data itu memetakan jaringan FPI di tingkat provinsi hingga di 10 kabupaten/kota.
Dalam data itu, Mahally disebut sebagai salah satu tokoh yang terafiliasi dengan FPI. (zad/r2)
Editor : Administrator