"Kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan, tidak hanya acara seremonial saja, namun dapat membawa dampak positif dalam meningkatkan inovasi dan kreativitas pelaku UMKM kita," tegas Ummi Rohmi, sapaan akrabnya.
Dimana produk yang dihasilkan, disukai masyarakat lokal bahkan nasional. Sehingga momentum ini tentu membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. "Apa pun yang kita beli dan konsumsi sebisa mungkin adalah produk lokal, agar ekonomi bisa berputar di sekitar masyarakat NTB," tandasnya.
Ummi Rohmi menegaskan, produk kuliner yang dipamerkan dan dijual pada bazar Ramadan kali ini, menggugah keinginan masyarakat untuk membeli. Karena menurutnya, harus ditunjukan keberpihakkan dan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal. "Kalau bukan kita, siapa lagi yang membeli produk hasil karya UMKM lokal," tuturnya.
Selain itu Ummi Rohmi juga tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, dalam mencegah penyebaran Covid. Sehingga masyarakat tetap hidup produktif dengan aman. Terus beraktifitas menjalani aktifitas untuk menggeliatkan roda ekonomi. "Sehingga di penghujung Ramadan, ikhtiar kita untuk taat terhadap semua aturan, saat Idul Fitri menjadi kemenangan kita bersama," tutup Ummi Rohmi.
Mengusung tema pengembangan ekonomi kreatif, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Lalu Moh. Faozal menjelaskan kegiatan ini fokus memamerkan hasil kuliner dan produk lokal asli NTB.
Pesona Khazanah Ramadahan ini juga digelar dengan konsep hybrid, yaitu secara offline dan online di area lapangan Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB. "Mengingat pandemi, menerapkan prokes, kegiatan ini diikuti secara virtual juga oleh penggiat wisata dan desa-desa wisata di tempatnya," kata Faozal. (ewi/r1) Editor : Administrator