Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gubernur Minta Pengusaha Perkuat Pasokan Daging Sapi Lokal NTB

Administrator • Jumat, 25 Juni 2021 | 17:53 WIB
BERKUALITAS TINGGI: Gubernur NTB H Zulkieflimansyah memberikan sambutan pada kegiatan Penyampaian Rumusan Hasil Workshop dan Temu Bisnis
BERKUALITAS TINGGI: Gubernur NTB H Zulkieflimansyah memberikan sambutan pada kegiatan Penyampaian Rumusan Hasil Workshop dan Temu Bisnis
MATARAM-Para pebisnis dan pengusaha diminta memperkuat pasokan daging sapi lokal di NTB. Menurut Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, campur tangan dunia usaha memiliki dampak yang sangat tinggi untuk mengenalkan sapi lokal NTB yang berkualitas tinggi.

"Kalau daging sapi kita mau dikenal secara luas, dunia bisnis harus turun tangan. Selama dunia usaha belum tertarik untuk ikut nimbrung, maka akan sulit untuk menguatkan daging sapi lokal ke berbagai hotel, restoran, dan tempat lain-lain," kata gubernur pada kegiatan Penyampaian Rumusan Hasil Workshop dan Temu Bisnis "Penguatan Rantai Pasok Daging Sapi Lokal Berkualitas Tinggi di NTB", di Hotel Jayakarta Senggigi, Kamis (24/6/2021).

Doktor Zul sapaan akrab gubernur menuturkan, perguruan tinggi di NTB, terutama Universitas Mataram (Unram) sudah berhasil melalukan inovasi teknologi. Guna meningkatkan produktivitas dan mutu daging sapi lokal sebagai penghasil daging unggulan nasional dan merupakan sapi asli Indonesia yang sudah berkembang pesat di NTB.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Unram Dahlanuddin mengungkapkan, Unram dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB bekerja sama dengan berbagai institusi di Australia dan New Zealand untuk meningkatkan produktivitas dan mutu sapi Bali di NTB, yang dikenal dengan inovasi Model Kelebuh.

Program tersebut menurutnya telah berhasil meningkatkan angka kelahiran sapi Bali dari 66 persen  menjadi 85 persen, menurunkan kematian pedet dari 15 persen dan meningkatkan berat sapi (umur 6 bulan) dari 65 kg menjadi 90 kg.

Sementara untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan sapi Bali dalam masa penggemukan dan yang dianggap sesuai untuk dijadikan komponen ransum sapi Bali di NTB, yakni  daun turi (Sesbania grandiflora) dan daun lamtoro (Leucaena leucocephala).

"Kedua tanaman itu memiliki keunggulan dari berbagai bahan pakan lainnya. Di samping kualitasnya yang tinggi, tanaman pakan tersebut cocok dikembangkan secara luas di wilayah NTB," tuturnya. (ewi/r1) Editor : Administrator
#Unram #Sapi LOkal #Fakultas Peternakan