
LombokPost - Industri perhiasan emas dan mutiara Sekarbela bertekad terus naik kelas. Memperkuat ekosistem usaha dan legalitas para perajin, Asosiasi Masyarakat Pedagang Emas Sekarbela (Ampera) Mataram menjalin koordinasi strategis dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB.
Sejumlah pelaku usaha emas Sekarbela menyampaikan aspirasi mereka, sekaligus menyelaraskan langkah dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia.
Ketua Ampera Mataram Iskandar menjelaskan, asosiasi yang terbentuk sejak 11 November 2023 tersebut hadir untuk memperkuat konsolidasi dan koordinasi antarperajin.
Baca Juga: Mutiara Ikon Kebanggaan NTB, Bhumi Pearl Jewelry Lombok Gebrak Pasar Asia
Selama ini, Sekarbela telah dikenal secara turun-temurun sebagai pusat perhiasan legendaris di Lombok. Namun tantangan zaman menuntut adanya organisasi yang lebih solid.
Terbentuknya Ampera dihajatkan untuk memperkuat koordinasi antara pelaku usaha emas di Sekarbela.
“Kami berharap dukungan Disperindag NTB, terutama dalam hal regulasi, agar para pengusaha memiliki payung hukum yang kuat dan perlindungan dalam menjalankan usahanya," ujarnya, Kamis (23/4).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disperindag NTB Lalu Luthfi menyambut hangat kehadiran Ampera.
Menurutnya, langkah ini merupakan preseden positif bagi pelaku usaha lain di NTB untuk menjamin keberlangsungan usaha melalui wadah organisasi yang resmi.
Luthfi juga menekankan, potensi emas Sekarbela harus dikelola baik, lebih sekadar perdagangan biasa.
Ia mendorong agar kawasan Sekarbela bertransformasi menjadi destinasi wisata belanja unggulan di Kota Mataram.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




