-----------------------------------------------
IRJEN Iqbal datang ke NTB menggantikan Irjen Pol Tomsi Tohir. Saat menjejakkan kaki kali pertama di NTB, 8 Mei 2020 lalu, situasi negeri memang sedang pelik. Kasus Covid-19 mulai mewabah. Tak kecuali di NTB. Kasus infeksi pertama terjadi di NTB pada 24 Maret 2020. Dan setelah itu, kasus positif terus bertambah.
Saat hendak menuju NTB pun, Irjen Iqbal begitu sulit. Sebab, penerbangan antar daerah memang sedang ditutup. Namun, hal tersebut tak menyurutkan tekad. Jenderal bintang dua kelahiran 4 Juli 1970 ini pun tiba di Mataram bersama sang istri Nindya M Iqbal.
Menginap di salah satu hotel di Kota Mataram, ia merenung, tentang apa yang akan dilakukannya untuk NTB. ”Termasuk memikirkan solusi menangani Covid-19 dan tetap memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas),” kata Iqbal kepada Lombok Post.
Selanjutnya adalah sejarah. Berbagai terobosan dan inovasi dilakukan oleh Irjen Iqbal. Ia begitu cekatan. Berada di barisan paling depan, memimpin perang melawan Covid-19. Hasilnya, kasus kini terus melandai. Pernah kasus aktif mencapai lebih dari 2.000 orang, kemarin, kasus aktif di seluruh NTB kini hanya menyisakan delapan orang saja.
Sementara capaian vaksinasi untuk NTB pun begitu tinggi. Hingga kemarin, suntikan dosis pertama di seluruh NTB telah mencapai 80,08 persen. Sementara suntukan dosis kedua telah mencapai 55,52 persen.
Bagi Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy pun menyatakan kekagumannya pada sosok Irjen Pol Mohamad Iqbal.
“Saya merasakan betul bimbingan dan arahan beliau. Terutama dalam menangani pandemi Covid-19 di NTB,” kata Sukiman pada Lombok Post.
Sukiman menyebut, Irjen Iqbal merupakan sosok pemimpin yang cerdas. Langkah yang diambil akurat dan memberikan contoh teladan yang patut ditiru. Ia misalnya memberi contoh dalam hal membantu tercapainya target herd immunity di Lombok Tengah jelang penyelenggaraan WSBK. Itu adalah salah satu yang sangat spektakuler.
Saat itu, Irjen Iqbal memang langsung membentuk tim Batalyon Vaksinator dan tim PCare untuk mempercepat proses memasukkan data ke aplikasi Peduli Lindungi.
“Pengawalan yang diberikan kepada pemerintah daerah sangat luar biasa. Ia juga sekaligus memberikan contoh teladan bagi kita dalam menangani persoalan,” tutur Sukiman.
Tak hanya piawai dalam memimpin pasukan, bagi Sukiman, Irjen Pol Mohamad Iqbal juga merupakan pribadi yang pandai bergaul.
“Beliau tidak memilih dan memilah dengan siapa ia bergaul. Kalangan atas, menengah, sampai ke bawah. Begitu juga dengan tokoh masyarakat dan agama,” jelasnya.
“Mudah-mudahan beliau sukses di tempat yang baru,” tambahnya.
Atasi Berbagai Persoalan
Satu tahun tujuh bulan berkhidmat di NTB, capaian Irjen Iqbal memang tak cukup dengan acungan dua jempol. Sejumlah hal yang menonjol di antaranya adalah program Kampung SEHAT dalam upaya memerangi Covid-19. Program ini digagas Irjen Iqbal dengan berbasis lomba.
“Program ini cikal bakal bagaiamana cara melibatkan masyarakat melawan Covid-19. Serta dapat memulihkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Maka jadilah, program itu melibatkan seluruh kabupaten/kota di NTB. Seluruh desa antusias mengikutinya. Mereka berlomba menelurkan inovasi dalam membentengi desa masing-masing dari Covid-19. Termasuk bagaimana agar ekonomi warga tetap berdenyut.
”Banyak desa membentuk regulasi peannganan Covid-19 dan membentuk tim Satgas Covid-19 untuk menekan penyebarannya di desanya masing-masing,” kata dia.
Program itu terbukti ampuh menekan penyebaran Covid-19 di NTB. Pengetatan protokol kesehatan berjalan optimal. Kasus Covid-19 pun melandai.
”Memang untuk melawan Covid-19, TNI-Polri dan Pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri. Masyarakat harus terlibat langsung dan bertanggungjawab dari diri sendiri,” ungkapnya.
Program itu mendapatkan apresiasi dari Lemkapi (Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia). Lembaga tersebut menilai program ini mampu menekan penyebaran Covid-19 dan memberikan rasa optimisme kepada masyarakat NTB untuk bangkit.
Sejumlah persoalan di NTB yang penyelesaiannya berlarut-berlarut juga berhasil dituntaskan Irjen Iqbal. Misalnya, persolaan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan persoalan kisruh dualisme kepengurusan Nahdlatul Wathan.
”Semua itu saya selesaikan dengan komunikasi intens dengan semua pihak. Kuncinya komunikasi,” kata jenderal yang pernah menjabat Kadiv Humas Mabes Polri itu.
Untuk menyelesaiakan persoalan KEK Mandalika, Polda NTB membentuk tim. Dipimpin langsung Kabid Propam Kombes Pol Awan Hariono. Pendekatan dengan masyarakat terus intens dilakukan dan berkoordinasi dengan semua pihak yang berhubungan dengan lahan.
Tim yang bekerja melihat dokumen dan menelaahnya. Setelah itu membagi menjadi tiga kategori lahan. Yakni, lahan klaim, lahan yang diduduki, dan lahan enklave. Lalu disiapkan solusi dan penyelesaiannya masing-masing.
Dengan selesainya persoalan lahan, kawasan Mandalika yang merupakan super prioritas nasional ini pun menuntaskan pembangunan sirkuit dan telah sukses menggelar ajang balap internasional pada November 2021 lalu. Presiden Joko Widodo meresmikan sirkuit Mandalika. Dan sirkuit ini pun kini sedang bersiap untuk menjadi tuan rumah MotoGP, ajang balap motor paling akbar di dunia.
Sementara itu, terkait persoalan NW sudah berlarut-larut. Tetapi, berhasil diselesaikan. ”Saya dengar informasi persoalannya cukup panjang. Hingga saat ini sudah selesai persoalan itu. Alhamdulillah dengan pendekatan. Komunikasi yang baik jadi kunci menyelesaikan setiap persoalan,” kata dia.
Tak Ada Klaster Baru
Keberhasilan lain adalah Pilkada Serentak 9 Desember 2020 yang dihelat saat masa pandemi Covid-19. Sebelum pelaksanaan itu berlangsung, Polda NTB bersama TNI dan Pemerintah Daerah NTB dan Komisi Pemilihan Umum memanggil seluruh pasangan calon. Mereka diminta menandatangani komitmen bersama untuk mentaati protokol kesehatan.
”Kita buatkan program Kampanye Sehat. Indikator penilaiannya saat paslon melakukan kampanye harus mematuhi prokes,” ujarnya.
Terbukti dengan program itu, tidak memunculkan klaster baru penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan Pilkada. Semua paslon rata-rata mematuhi prokes.
Bukan saja saat proses kampanye, melainkan juga pasca pengumuman pemenang Pilkada di masing-masing kabupaten/kota tidak boleh melaksanakan konvoi. ”Ada sedikit gejolak di beberapa daerah. Tetapi, semua tetap aman tidak ada gejolak yang berarti,” ungkapnya.
Semua terpantau aman. Sebanyak 5.064 persoenil diback up 2.000 personel TNI dari Korem 162/WB. Pengawalan dan pengawasaan mengenai Pilkada, irjen Iqbal meluncurkan aplikasi bernama Polisiku. Melalui aplikasi itu semua personel dapat melaporkan segara kejdian tahapan puncak Pilkada Serentak 2020.
Dan sama seperti pilkada serentak. Ajang WSBK yang dihadiri oleh puluhan ribu penonton pun, tercatat tidak menimbilkan klaster baru Covid-19 di NTB. Saat pelaksanaan ajang balap internasional ini pun, Polda NTB menuntaskan perkara pencurian kelas internasional. Pelakunya diringkus. Sebagai wujud kesigapan kepolisian mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas saat pelaksanaan event internasional.
”Negara lain tidak bisa menangkap mereka. Tetapi kita berhasil menangkapnya,” ujarnya.
Iqbal mengatakan, syarat pelaksanaan WSBK dilakukan vaksinasi mencapai 70 persen. Tetapi saat itu, wilayah Lombok Tengah (Loteng) dan beberapa daerah penyangga lainnya baru mencapai vaksinasi dibawah 40 persen.
Namun kondisi itu bukan halangan. Polda NTB dan stakeholder lainnya berjibaku mempercepat vaksinasi di daerah.
Apresiasi Perguruan Tinggi
Atas kontribusi tesebut, apresiasi pada Irjen Iqbal pun berdatangan. Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir mengatakan, selama bertugas di NTB, peran dan kontribusi irjen Iqbal terhadap kondusitivitas daerah patut diacungi jempol.
“Alhamdulillah beliau selama di NTB luar biasa kontribusinya dan cukup dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, upaya tanggap dan cepat juga dirasakan kampus, saat menggelar vaksinasi massal bagi mahasiswa dan civitas akademika UIN Mataram. Dengan sinergi bersama stakeholder termasuk dengan UIN Mataram, Polda NTB sukses melakukan vaksinasi massal di kampus.
“Jadi saya mengucapkan semoga sukses selalu Pak Jenderal. Amin,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram H Arsyad Abdul Gani mengatakan, Irjen Pol Muhammad Iqbal adalah sosok yang humanis, mudah bergaul, sehingga sangat akomodatif.
Pendekatannya tidak semata-mata pendekatan formal struktural keamanan, dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di NTB, namun lebih banyak dengan pendekatan kultural atau budaya.
“Sehingga komunikasi Pak Iqbal dengan masyarakat tidak melihat struktur masyarakat, mulai kalangan atas sampai pada struktur paling bawah, kita saksikan beliau merangkul, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan , pemuda, mahasiswa, kalangan akademisi, apalagi dengan jajaran pemerintah sangat harmonis,” ujarnya.
Semua orang begitu mudah bertemu. Karena Irjen Iqbal tidak birokratis.
“Saya yakin masyarakat NTB sangat mencintai Pak Iqbal, semoga pengganti beliau bisa seperti Pak Iqbal,” kata tokoh bergelar doktor ini.
Rektor Universitas Nahdatul Wathan Mataram H Lalu Muhyi Abidin juga menyampaikan apresiasi. Kata dia, jika rektor diberi hak untuk menilai kinerja irjen Iqbal, dirinya akan memberi predikat sangat memuaskan.
“Sebagai insan pendidikan, saya juga berterima kasih pada beliau, karena kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di NTB,” ujarnya.
Ia tak asal bicara. Ini dibuktikan beberapa kali UNW Mataram menggelar kegiatan di kampus, Irjen Pol Muhammad Iqbal selalu mendukung kegiatan mahasiswa. Tidak hanya dari sisi moril tapi bantuan materiil yang secara sukerala diberikan.
Di sisi lain, Irjen Iqbal dinilai sebagai sosok yang penuh kreativitas. Apalagi dalam hal penanganan pandemi di Bumi Gora. Antara lain melalui lomba Kampung Sehat. Juga ada vaksinasi massal di kampus.
“Hal tersebut membuktikan bahwa beliau bekerja dengan sepenuh hati dan penuh dedikasi,” pungkasnya.
Rektor Unram Prof Lalu Husni mengatakan, Irjen Pol Muhammad Iqbal merupakan sosok pimpinan yang dekat dengan masyarakat, mulai dari masyarakat awam, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan pemerintahan.
Menurutnya, Irjen Iqbal adalah pribadi yang penuh dengan gagasan. Apalagi dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19 di NTB. Begitu juga dengan penyelesaian permasalahan di masyarakat.
“Beliau sukses menyelesaikan persoalan sengketa masyarakat di Kuta Mandalika, sehingga kita di NTB sukses menggelar event international sekelas WSBK,” katanya.
Irjen Iqbal juga dinilai sebagai pemimpin yang mudah bergaul dan menyerap aspirasi dari semua kalangan. “Itu yang membuat saya terkesan dan sukses di era kepemimpinan beliau,” ujarnya.
Di Unram sendiri, Irjen Pol Muhammad Iqbal beberapa kali mengisi kuliah umum. Yang paling diingat saat memberi arahan pada masa orientasi mahasiswa baru. Saat itu, Irjen Iqbal mengingatkan untuk sama-sama menjaga ketertiban dan jauhi narkoba.
Bersiap meninggalkan NTB untuk menuju pengabdian di Provinsi Riau, Irjen Iqbal sendiri merasa sangat bersyukur dinamika yang terjadi di NTB selama satu tahun tujuh bulan tidak menimbulkan gejolak sosial yang kelam.
“Alhamdulillah… Paling tidak security insurance bisa saya pertahankan,” kata jenderal bintang dua ini.
Dia mengatakan, dirinya mengenal NTB sebagai provinsi yang indah alamnya. Banyak masjid. Keagamaan dan keguyuban yang juga kuat. Semua hidup dengan toleransi yang kuat.
Irjen iqbal yakin, dengan modal itu, NTB bakal menjadi daerah yang besar. Mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. ”NTB bakal menjadi daerah yang megapolitan ke depan,” kata dia.
”Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTB. Tetap jaga keguyuban, rasa gotong royong untuk membangun daerah. Tetap jaga Kamtibmas yang sudah baik ini,” katanya. (arl/tih/yun/nur/r6)
Editor : Administrator