Penambahan kuota penonton MotoGP disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo. Kata Airlangga, Presiden sudah memberikan persetujuan kuota penonton MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit menjadi 100 ribu orang.
Dengan jumlah penonton yang semakin banyak, menjadi peluang bagi pariwisata NTB. Artinya semakin banyak wisatawan mengunjungi destinasi dan desa-desa wisata yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Dari jumlah kuota tersebut ada yang dialokasikan untuk masyarakat lokal NTB. Jumlahnya, berdasarkan keterangan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, sebanyak 37 ribu tiket akan dijual untuk mereka yang tinggal di NTB.
Adanya kuota bagi masyarakat lokal, kata Yusron, bsa mengurangi beban akomodasi. Yang saat ini masih kurang di NTB. ”Kita menghitung, kalau 63 ribu hadir semua, anggaplah satu kamar diisi dua orang, artinya dibutuhkan sekitar 31.500 kamar,” jelasnya.
Sejauh ini, Dispar NTB telah menghitung jumlah akomodasi pariwisata di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Angkanya mencapai 22.038 kamar, sebanyak 20.223 kamar berada di Pulau Lombok dan 1.815 kamar di Pulau Sumbawa.
Untuk Pulau Lombok, Kabupaten Lombok Utara menjadi yang tertinggi ketersediaan kamarnya, mencapai 6.719 kamar. Diikuti Kota Mataram 4.914; Lombok Tengah 4.286; Lombok Barat 3.132; dan Lombok Timur 1.172.
Di Pulau Sumbawa, Kabupaten Sumbawa yang paling banyak, yakni 773 kamar; gabungan kabupaten Bima dan Kota Bima 615 kamar; Kabupaten Sumbawa Barat 400 kamar; dan Kabupaten Dompu 27 kamar.
”Itu perhitungan kita dari hotel bintang, melati, villa, homestay. Sampai dengan camping ground di desa wisata,” beber Yusron.
Yusron optimis akomodasi untuk MotoGP bisa tercukupi. Apalagi ada rencana untuk memanfaatkan rumah penduduk sebagai tempat penginapan bagi penonton MotoGP. Juga kapal pesiar yang rencananya dihadirkan di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.
”Tentu itu semua akan melihat demand lagi. Yang pasti pemprov akan mengoptimalkan seluruh potensi dan fasilitas yang ada di dalam daerah dulu,” kata Yusron.
Kapal pesiar rencananya dijadikan sebagai hotel terapung, yang diusahakan pemprov sebanyak dua hingga tiga unit kapal. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB HL Mohammad Faozal menyebut, komunikasi dengan operator kapal pesiar, untuk memastikan berapa ketersediaan kapal. Yang bisa dibawa ke Gili Mas dan dijadikan hotel terapung. ”Kalau di Gili Mas bisa tiga atau empat kapal,” ujarnya.
Rencananya kapal pesiar ini didatangkan dari Singapura. Tentu dalam keadaan kosong, sehingga bisa menjadi tambahan akomodasi untuk penonton MotoGP pada Maret nanti. Dengan perkiraan kamar sebanyak 3.000.
Faozal mengatakan, kedatangan kapal pesiar nanti akan disesuaikan dengan jumlah permintaan. Pemprov akan memfasilitasi pemilik kapal pesiar dengan asosiasi pariwisata, seperti Astindo dan Asita, agar bisa menjual kamar.
”Ini B to B, business to business, kita hanya memfasilitasi. Jadi nanti tinggal disesuaikan dengan operator di sini, bisa Asita atau Astindo untuk bicara penjualannya,” kata Faozal. (dit/r5) Editor : Redaksi Desain Grafis