Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gubernur NTB Minta Harga Khusus 25 Ribu Tiket MotoGP untuk Warga Lokal

Rury Anjas Andita • Senin, 7 Februari 2022 | 11:00 WIB
SERU: Ribuan penonton saat menyaksikan event balap WSBK, November 2021 lalu. Besarnya animo penonton diharapkan kembali terjadi selama MotoGP, Maret mendatang. (DOK/LOMBOK POST)
SERU: Ribuan penonton saat menyaksikan event balap WSBK, November 2021 lalu. Besarnya animo penonton diharapkan kembali terjadi selama MotoGP, Maret mendatang. (DOK/LOMBOK POST)
MATARAM-Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta lebih banyak kuota tiket dengan harga murah untuk masyarakat lokal. Guna menekan ketersediaan akomodasi pariwisata.

”Pas (saat) World Superbike ada 2.000 tiket, untuk MotoGP bisa ditambah lagi untuk warga lokal,” kata Zul saat bertemu jajaran direksi Mandalika Grand Prix Association (MGPA) di pendopo.

Zul mengatakan, sebagai tuan rumah, pemprov NTB bakal mengupayakan dan memberikan bantuan apapun. Sehingga penyelenggaraan event internasional MotoGP, mulai dari tes pramusim hingga nanti race series di Maret, bisa sukses terselenggara.

”Kita bantu dengan maksimal,” ujarnya.

Terkait dengan tambahan tiket gratis bagi warga lokal, disebut Zul untuk mengatasi ketersediaan akomodasi di Pulau Lombok. Dengan lebih banyak distribusi tiket non premium kepada warga lokal, akan memberikan ruang akomodasi lebih banyak terhadap penonton dari luar daerah.

”Penonton lokal kan tidak perlu akomodasi. Dari rumah bisa langsung ke sirkuit,” tutur Zul.

Sejauh ini, pemerintah pusat juga sudah mengalokasikan sekitar 37 ribu tiket, dari 100 ribu kuota penonton MotoGP, yang akan dijual kepada warga NTB. Dari jumlah tersebut, Gubernur meminta setidaknya 25 ribu tiket bisa dijual dengan harga khusus.

”Yang untuk warga lokal (kita harapkan) bisa relatif lebih murah. Sehingga mampu untuk dibeli,” kata Zul.

Sementara itu, Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, saat ini persiapan untuk pelaksanaan MotoGP terus dimatangkan. Seperti penyelesaian infrastruktur pendukung untuk balapan maupun homologasi.

MGPA bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sudah menuntaskan persiapan untuk marshal serta pendukung teknis lainnya. Adapun untuk infrastruktur seperti tribun, masih dalam tahap penyelesaian pekerjaan.

”Untuk homologasi kita laporkan langsung ke Dorna sesuai dengan permintaan,” kata Priandhi.

Disinggung soal permintaan gubernur mengenai harga tiket murah untuk masyarakat lokal, Priandhi menyebut MGPA akan tetap mengupayakannya. Sebab, untuk persoalan tiket, di luar dari kewenangan Dorna Sport yang merupakan promotor MotoGP.

”Bisa kok, nanti akan kita hitung dulu untuk jumlah detailnya, mengenai harga maupun jumlah (kuotanya),” sebutnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#MotoGP #Sirkuit Mandalika #MGPA #Tiket