Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Balai Besar POM Mataram Luncurkan Program Manis di Lobar, Warga Antusias

Baiq Farida • Selasa, 15 Februari 2022 | 11:06 WIB
EDUKASI WARGA: Sosialisasi sekaligus pengawasan terhadap obat dan makanan dilakukan jajaran Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram pada acara Minggu Asik Ngobrol Informatif dan Solutif (Manis) di destinasi wisata kuliner Desa Kebun Ayu, K
EDUKASI WARGA: Sosialisasi sekaligus pengawasan terhadap obat dan makanan dilakukan jajaran Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram pada acara Minggu Asik Ngobrol Informatif dan Solutif (Manis) di destinasi wisata kuliner Desa Kebun Ayu, K
GIRI MENANG—Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram terus berupaya mengedukasi warga tentang obat dan makanan yang aman. Kali ini strategi yang digunakan berbeda dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Penyebaran informasi ke masyarakat dikemas dalam acara ngobrol santai di lokasi destinasi wisata.

Kepala BBPOM Mataram Dra I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt menyebut, kegiatan ini merupakan program inovatif yang diluncurkan pihaknya di 2022. Nama acaranya “Manis“, akronim dari Minggu Asik Ngobrol Informatif dan Solutif.

“Program Manis ini perdana kami gelar di destinasi wisata kuliner di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat bekerja sama dengan Pokdwarwis setempat,“ kata Ary ditemui di sela-sela acara Manis, Minggu (13/2/2022).

BBPOM selama ini gencar melakukan sosialiasi seputar obat dan makanan yang aman melalui program-program pelatihan dan sejenisnya di dalam ruangan. Ruang media sosial yang dimiliki BBPOM juga dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi ini ke masyarakat.

“Nah sekarang kami coba tambah dengan langsung turun ke lapangan bertemu masyarakat di lokasi yang memang ramai dikunjungi,“ ujarnya.

Ary menyebut, pola edukasi melalui Manis cukup efisien karena tidak membutuhkan biaya besar untuk penyelenggaraannya. Masyarakat juga antusias mendengar penyampaian dari narasumber meski dilakukan dengan suasana santai. Dialog interaktif antara pengunjung dan petugas dari BBPOM makin membuat acara ini semakin menarik.

BBPOM di acara ini langsung menghadirkan beberapa contoh produk obat dan makanan yang merupakan hasil pengawasan BBPOM di Mataram. Petugas juga mengecek langsung keamanan produk makanan yang dijual para pedagang kaki lima di lokasi wisata.

“Nanti kalau hasilnya ada zat berbahaya yang digunakan di makanan akan kami tindaklanjuti dengan membina penjual maupun produsennya langsung,“ ucapnya.

Program Manis dijadwalkan dilaksanakan di setiap bulan di lokasi yang berbeda-beda. Destinasi wisata Loang Balok, Mataram rencananya menjadi lokasi selanjutnya. Hasil dari pelaksanaan Manis di Kebon Ary kemarin akan dievaluasi untuk selanjutnya disempurnakan di kegiatan berikutnya.

“Petugas kami sudah membagi-bagikan brosur terkait informasi obat dan makanan yang aman ke para pengunjung yang datang,“ imbuhnya.

Ary berharap melalui kegiatan Manis, pihaknya bisa menyasar lebih banyak lagi masyarakat yang selama ini belum bisa dijangkau dengan program-program yang sudah diluncurkan. Indeks kesadaran masyarakat terhadap obat dan makanan aman di NTB pada 2021 yang dinyatakan masih rendah diharapkan juga dapat terdongkrak naik di tahun ini.

Kepada masyarakat, BBPOM Mataram tak pernah jenuh mengingatkan untuk melakukan “Cek Klik“. Yaitu cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kedaluarsa. Masyarakat sebagai konsumen harus cerdas memilih produk yang aman sebelum membeli dan menggunakan obat dan makanan.

“Selain itu BBPOM juga sudah menyiapkan aplikasi BPOM Mobile untuk melihat izin edar produk sehingga diharapkan tercipta pengawasan semesta yang dilakukan langsung masyarakat,“ pungkasnya.

Ketua Pokdarwis Desa Kebon Ayu Mustafa mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Balai Besar POM Mataram melalui acara Manis. Menurutnya, bukan hanya masyarakat yang diedukasi tapi juga para pedagang setempat sehingga kedepan mereka bisa lebih memperhatikan higienitas dan keamanan makanan yang dijual.

“Informasi yang disampaikan petugas dari BBPOM soal keamanan produk obat dan makanan akan kami terapkan kedepannya,“ janji Mustafa.

Pokdarwis akan berupaya memberi rasa aman bagi para pengunjung yang datang menikmati sajian kuliner di destinasi wisata desa mereka. Mereka juga berkomitmen membina sekaligus mengawasi para pedagang kaki lima di sekitar lokasi untuk memperhatikan zat dan bahan baku yang digunakan dalam produk makanan yang mereka jual. (adv/r10)

  Editor : Baiq Farida