Pantauan Lombok Post, di bukit itu berdiri tiga bangunan berlantai tiga. Saat ini, para pekerja tengah berpacu dengan waktu menyelesaikannya. MGPA menargetkan pengerjaannya rampung beberapa hari sebelum MotoGP digelar.
“Itu berbentuk vila, cuma bukan sebagai tempat menginap. Melainkan khusus untuk menonton saja,” kata Direktur Utama MGPA Priandhi Satria pada Lombok Post, Selasa (8/3).
Tidak ada tempat tidur atau kamar-kamar atau kolam renang layaknya vila pada umumnya. Kecuali sofa, meja, kamar mandi, musala, hingga tempat parkir yang luas. Baik motor maupun mobil.
Di vila tidak membutuhkan kipas angin maupun AC. Karena angin semilir terasa. Itu bisa dirasakan di lantai satu, lantai dua maupun lantai tiga. Bangunannya terbuka. Tidak ada sekat-sekat.
Yang paling istimewa bisa melihat pemandangan pantai dan perbukitan. Salah satunya Pantai Seger. Kemudian bisa membawa makanan dan minuman sendiri. Pengelolaannya diserahkan sepenuhnya pada si penyewa. MGPA sebatas membantu dari sisi keamanan dan kenyamanan. “Untuk mendapatkan kursi di vila-vila itu tidak seperti memasan tiket MotoGP. Jadi, bukan untuk individu-individu,” kata Priandhi.
Tempat itu diperuntukkan bagi korporasi. Baik BUMN, BUMD maupun perusahaan-perusahaan swasta atau kelompok masyarakat pada umumnya. “Jadi bentuknya disewa selama setahun. Bukan saat MotoGP saja,” kata Priandhi.
Berapa nilai sewanya? Priandhi enggan membeberkannya. Yang pasti, kata dia, kalau untuk kelompok masyarakat biasa sepertinya tidak bisa terjangkau. Kecuali yang memiliki uang banyak.
Kapasitas vila-vila itu sendiri, kata Priandhi paling sedikit 100 orang dan paling banyak 200 orang, bahkan lebih. Artinya, tinggal mengatur tempat duduk saja. Mau berjarak dekat atau berjarak jauh. Jarak masing-masing bangunan vila tersebut dari 50 meter sampai 100 meter.
“Yang menyewa berhak mengajak siapa saja. Itu tanpa harus membeli tiket lagi,” kata Priandhi. Hanya saja, itu berlaku selama event dunia. Dia menyebutkan, selama setahun ada tiga event dunia yang digelar di Sirkuit Mandalika.
Di luar event-event dunia tersebut, si penyewa tidak bisa menggunakan fasilitas yang dimaksud. Selanjutnya, MGPA akan melakukan perawatan dan perbaikan. Begitu event dunia selanjutnya, si penyewa tinggal pakai. Begitu seterusnya.
“Di MotoGP vila-vila itu sudah ada yang pesan. Kalau mau pesan tunggu satu tahun kemudian,” kata Priandhi. (dss/r1) Editor : Administrator