"Seperti halnya di Abu Dhabi, harus tersedia tiga ribu kamar hotel bintang lima," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB Ridwansyah, Senin (4/4/2022).
Sayangnya, kamar hotel di kawasan Mandalika baru memiliki 800 kamar setara bintang lima. Yaitu, Pullman, Raja Hotel dan Novehotel. Artinya, masih membutuhkan 2.200 kamar yang setara dengan sepuluh hotel bintang lima.
Lantas kapan, berapa lama dan siapa yang akan membangun 10 hotel bintang lima ini? Ridwansyah menuturkan, belajar dari pengalaman MotoGP bakal dilakukan secara bertahap yang diawali dengan tahap survei.
"Kalau belajar dari membangun Pullman itu kita butuh 1,5 hingga 2 tahun, sehingga yang paling pas itu kapan kita siap adalah tahun 2024 (gelar F1, red). Dua tahun lagi dengan catatan itu ada waktu kita membangun hotelnya, paling tidak 1,5 tahun sudah ada hotelnya," jelas pria yang akrab disapa Dae Iwan ini.
Adapun soal lahan, sambungnya, dari lahan yang sudah tersedia, belum ada investor yang akan berinvestasi. Namun, pemerintah sangat optimis akan ada investor yang berinvestasi untuk membangun penginapan tersebut. Terlebih penginapan tidak hanya untuk F1 saja, tetapi bisa digunakan untuk tamu WSBK ataupun MotoGP berikutnya.
"Kami pemerintah provinsi siap memfasilitasi, dari masyarakat, kemudahan-kemudahan di dalam perizinan dan lainya," imbuhnya.
Syarat lain diselenggarakannya F1, kata dia, dari sisi keamanan. Dari hasil evaluasi dinilai soal pintu evakuasi yang sangat kecil. Tidak cukup lebar untuk badan mobil F1.
"Dari sirkuit tidak masalah. Nanti kita akan perbaiki pintu masuknya, pasti ada penyesuaian untuk bisa perhelatannya. Mungkin parkirnya kita sesuaikan, paddock-nya lebih panjang. Tapi secara umum sama persis teknisnya," beber mantan kepala Bappeda NTB ini. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida