”Sudah ada slotnya per 1 Mei,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB HL Moh Faozal, Kamis (7/4).
Direct flight dari KL menuju Lombok direncanakan ada satu penerbangan setiap harinya. Jika berjalan mulus, ini menjadi penerbangan langsung internasional, yang pertama dibuka di masa pandemi covid.
Karena itu, kata Faozal, meski sudah ada slot untuk KL-BIZAM, terdapat beberapa hal yang perlu dibahas lebih jauh lagi. Sebelum penerbangan perdana pada 1 Mei nanti. Salah satunya soal kekarantinaan.
Faozal menyebut, per 1 Mei nanti penerbanganan menuju KL akan dibuka tanpa karantina. Kebijakan yang sama, seharusnya berlaku di Lombok nanti, terhadap seluruh penumpang yang dari dari KL.
Sejauh ini, Satgas Covid nasional telah melonggarkan kebijakan untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Tidak lagi menggunakan metode karantina. Mereka yang datang dari luar negeri, cukup melakukan pemeriksaan ulang PCR di pintu masuk. Jika hasilnya negatif, boleh melanjutkan perjalanan.
Kepastian tersebut yang akan Dishub bahas bersama sejumlah stakeholder. Khususnya yang tergabung dalam Satgas Covid di NTB. ”Kita diskusikan semuanya nanti. Karena direct flight ini kan kita buka di masa pandemi covid. Jadi harus betul-betul klir, supaya tidak terjadi lonjakan (kasus),” sebutnya.
Faozal mengatakan, ada kemungkinan untuk penambahan slot direct flight internasional, selain dari Malaysia. Salah satunya Singapura dan Perth, Australia.
Untuk yang dari Perth, saat ini sudah dibuka penerbangan menuju Bali. Dishub rencananya masih melihat sejauh apa perkembangan Perth-Bali. Jika berprogres dengan cukup baik, Dishub bakal mengupayakan untuk membuka Perth-Lombok.
”Kalau memang skemanya sama, akan kita usulkan. Yang jelas sudah ada slot keluar di KL-Lombok, itu satu kali penerbangan di satu hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, pembukaan penerbangan dari KL menuju Lombok diharapkan bisa mendongkrak kunjungan pariwisata. Selain itu, yang lebih penting adalah bisa memudahkan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB di Malaysia menuju Lombok.
”Itu pasar yang sangat mungkin kita buka. Karena ada PMI, tenaga kerja kita kan banyak di sana,” kata Faozal.
Sementara itu, Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, penerbangan langsung menuju Lombok berpotensi dibuka lebih banyak lagi. Apalagi hasil evaluasi pelaksanaan MotoGP menunjukkan tidak adanya lonjakan kasus covid di NTB.
”Termasuk penerbangan yang akan masuk (NTB), yang komersil. Kalau pas MotoGP kemarin kan ada charter flight,” kata Eka. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita