Kepala BBPOM Mataram I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menjelaskan, aksi nasional gerakan menuju PJAS telah dicanangkan Wakil Presiden RI per 31 Januari 2011 lalu. Aksi tersebut sebagai gerakan untuk meningkatkan PJAS aman, bermutu, dan bergizi. Tentunya melalui peran serta aktif lebih terpadu dari seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan lintas sektor di pusat maupun daerah.
"Serta pemberdayaan komunitas sekolah," ujarnya.
Berbagai pihak mulai dari sekolah, guru dan orangtua murid berperan penting dalam mengawasi keamanan jajanan anak di lingkungan sekolah masing-masing. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berdampak pada penurunan persentase PJAS yang TMS (Tidak Memenuhi Syarat).
Selain itu juga meningkatkan perlindungan hak anak untuk memperoleh pangan sekolah yang aman, informasi pangan. Serta adanya perubahan perilaku siswa orangtua siswa, guru, pedagang pangan, dan pengelola kantin.
Sekolah di NTB yang mendapat intervensi program PJAS sudah mencapai 1.015 sekolah. Jumlah ini berdasarkan data tahun 2011-2021. Sekolah yang memperoleh Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKPKS) sebanyak 87 sekolah. Sedangkan sertifikasi sekolah dengan PJAS Aman sebanyak 50 sekolah.
"Untuk intervensi sekolah dengan PJAS Aman tahun 2011-2021 di KLU sebanyak 47 sekolah. Sekolah yang sudah mendapatkan PBKPKS sebanyak 3 sekolah,"jelasnya.
Sementara untuk tahun ini, BBPOM Mataram mengintervensi sebanyak 18 sekolah di KLU. Yakni 8 sekolah mendapatkan intervensi A dan 10 sekolah mendapatkan intervensi C.
"Tujuan program keamanan PJAS, adalah tersosialisasikannya materi keamanan pangan terkumpulnya database peserta," tandasnya.
Terpisah, Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu mengatakan, sesuai amanat UU Nomor 18 tahun 2012 dan UUD 1945, pangan merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia. Maka negara berkewajiban mewujudkan pemenuhan konsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.
PJAS berperan penting dalam pemenuhan asupan energi dan gizi anak usia sekolah. Kegiatan yang diselenggarakan BBPOM Mataram didasari banyaknya jenis makanan yang dijualbelikan di lingkungan sekolah. Sehingga perlu adanya pengawasan keamanan dan mutu produk yang beredar di lingkungan sekolah.
"Harapan kita semoga kegiatan ini membawa berkah, serta memiliki manfaat bagi anak-anak kita generasi masa depan bangsa," harapnya.
Menurutnya, banyak jajanan yang terlihat sangat menggiurkan. Namun tidak banyak masyarakat khususnya anak sekolah mengetahui kandungan dalam jajanan tersebut. Sebab itu, penting adanya peran serta guru mengawasi bersama jajanan yang dikonsumsi anak di sekolah.
"Saya ucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas kegiatan yang dilakukan BPPOM Mataram sehingga anak-anak kita paham dan mampu diterapkan di sekolah masing-masing," pungkasnya. (adv/r10)
Editor : Baiq Farida