Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Saat Mudik, Warga Boleh Titip Rumah ke Polisi

Baiq Farida • Jumat, 29 April 2022 | 13:42 WIB
Kabid Humas Polda NTB Kombespol Artanto. (Dok/Lombok Post)
Kabid Humas Polda NTB Kombespol Artanto. (Dok/Lombok Post)
MATARAM-Puncak arus mudik lebaran Idul Fitri 1443 H diprediksi terjadi pada 28-30 April. Untuk memastikan warga mudik aman dan nyaman pihak kepolisian berikan beberapa tips mudik bagi warga NTB. Terutama bagi mereka yang akan meninggal rumah selama mudik.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menerangkan, pada Idul Fitri 1443 H ini harus mempersiapkan diri. Pertama persiapan pribadi berupa fisik, mental yang akan mudik karena yang bersangkutan akan mengendarai motor atau mobil dan ini harus betul-betul dipersiapkan. Jangan sampai sakit saat mengendarai kendaraan karena itu rawan kecelakaan.

Kemudian lihat faktor dari kendaraan harus benar-benar safety atau sehat, melakukan pemeriksaan yang sifatnya utuh atau lengkap terhadap kendaraan tersebut, baik oli, ban, rem dan sebagainya. Selain itu melihat faktor cuaca dan kondisi jalan.

"Keempat faktor itu menjadi hal yang sangat melekat bagi setiap pemudik. Ini harus waspadai dan disiapkan sedini mungkin," imbuh Artanto, Kamis (28/4/2022).

Masyarakat yang akan mudik harus memastikan rumah dalam kondisi aman saat ditinggal mudik. Salah satunya jangan lupa mematikan kompor dan peralatan elektronik untuk menghindari kebakaran. Bahkan mereka dapat melapor saat meninggalkan rumah selama mudik. Mengingat masalah pemudik yang meninggal rumah ini yang menjadi permasalahan klasik juga bagi semuanya. Saat akan meninggalkan rumah tentunya rumah tersebut harus aman.

"Satu lihat rumah kita apakah kelengkapan listrik, peralatan lainnya sudah kita matikan atau belum. Gas sudah di cabut, kemudian titipkan rumah itu kepada tetangga atau tidak ketua RT/RW atau dititipkan dengan pihak kepolisian," tuturnya.

Pada saat itu, sambungnya, kepolisian akan melakukan patroli lingkungan kemudian yakinkan situasi lingkungan tersebut aman. Sehingga pada saat meninggalkan rumah, masyarakat merasa nyaman.

"Selain itu jangan lupa pasang perangkat cctv sehingga kita bisa monitor dimana pun, dalam keadaan apapun. Kita monitor rumah kita lewat hp karena cctv kan bisa hidup 24 jam," ujarnya.

Pihaknya akan terus melaksanakan patroli untuk mencegah kriminalitas selama mudik Lebaran. Rumah-rumah warga yang ditinggal mudik menjadi salah satu sasaran patroli polisi.

Tak hanya itu saja, disaat mudik rawan terjadi hipnotis atau gundam. Artanto mengatakan pelaku hipotesis gendam dan sebagainya akan memanfaatkan model mudik saat ini.

Ia mengimbau agar pemudik tidak terkena hal tersebut yakni, pertama orang yang mudik jangan sampai dia bermasalah atau mempunyai pikiran kosong. Kedua jangan mudah percaya orang yang akan memberikan kebaikan.

"Tentunya ini menjadi peluang bagi pelaku pelaku gendam atau hipnotis untuk melakukan aksinya waspada, dan juga tetap menjaga situasi pribadi dan orang kita bawa (anak dan istri)," jelasnya.

Dalam operasi rinjani ketupat 2022 ini pihaknya  menerjunkan sedikitnya 6.658 personel gabungan TNI-Polri, instansi pemerintah dan mitra Kamtibmas lainnya. Dimana ditempatkan di pos-pos pengamanan yang ada di 38 pos, pos pengamanan dan pelayanan ini mendekatkan kepada masyarakat karena pos ini berada di pinggir jalan dan keramaian masyarakat.

"Kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan silahkan lapor ke posko tersebut. Kemudian bisa menghubungi 110 kalau ada masalah atau urgent," tandasnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#polda ntb #Mudik Aman