Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Covid Melandai, Lima Kabupaten/Kota di NTB Sudah Nol Kasus

Rury Anjas Andita • Jumat, 20 Mei 2022 | 10:00 WIB
KESADARAN DIRI: Masyarakat yang beraktivitas di ruang publik, diharapkan bisa tetap bertanggung jawab atas pelaksanaan protokol kesehatan. Meski sudah ada kebijakan pelonggaran pemakaian masker dari pemerintah pusat. (Ivan/Lombok Post)
KESADARAN DIRI: Masyarakat yang beraktivitas di ruang publik, diharapkan bisa tetap bertanggung jawab atas pelaksanaan protokol kesehatan. Meski sudah ada kebijakan pelonggaran pemakaian masker dari pemerintah pusat. (Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Kasus covid di NTB terus melandai. Bahkan per 18 Mei, hanya tersisa 10 kasus yang tersebar di lima kabupaten/kota. ”Jadi ada lima daerah yang kasus covidnya nol,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Lalu Hamzi Fikri.

Data Dikes NTB menunjukkan perkembangan kasus covid cukup terkendali. Hingga 18 Mei, covid hanya ada lima kabupaten/kota saja. Rinciannya, Kota Mataram; Kabupaten Sumbawa; Kabupaten Dompu; dan Kota Bima masing-masing memiliki satu kasus covid. Lalu ada Kabupaten Bima dengan dua kasus. Empat kasus lainnya berasal dari warga dengan identitas luar provinsi NTB

Dengan kondisi tersebut, ada lima daerah nihil kasus covid. Empat berada di Pulau Lombok, yakni Kabupaten Lombok Barat; Lombok Utara; Lombok Timur; dan Lombok Tengah. Satu sisanya Kabupaten Sumbawa Barat.

Secara keseluruhan, setelah kemunculan kasus pertama di tahun 2020, total 35.953 kasus covid terjadi di NTB. Dari jumlah tersebut 34.945 pasien berhasil sembuh dan 998 telah meninggal dunia.

Angka kasus covid tertinggi berada di Kota Mataram dengan jumlah 9.475 kasus dan terendah di Lombok Utara, yakni 727 kasus. Adapun angka kematian, tertinggi dan terendahnya, juga berasal dari dua daerah tersebut, masing-masing 276 kasus dan 18 kasus.

Semakin terkendalinya kasus covid berdampak positif bagi banyak sektor. Yang kemarin sempat terkendala akibat kebijakan pembatasan. Optimisme semakin naik setelah Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melonggarkan pemakaian masker di area terbuka.

”Tapi bukan berarti kewaspadaan kita turun. Selama masih status pandemi, tetap waspada,” tegas Fikri.

Sementara itu, Sekda NTB Lalu Gita Ariadi menyebut seluruh individu memiliki tanggung jawab yang sama. Tujuan yang sama. Agar kasus covid bisa terus melandai. Karena itu, masyarakat bisa tetap menggunakan masker jika berada di tempat-tempat yang berpotensi menularkan covid.

”Kalau tempat rawan, ada kerumunan, tetap waspada pakai masker,” kata Gita.

Imbauan untuk tetap bermasker, juga ditujukan kepada kelompok rentan seperti lansia yang masyarakat memiliki komorbid. Ini untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari paparan covid. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Virus Korona #Covid-19 #masker #Protokol Kesehatan